
SERAYUNEWS – Ibadah iktikaf menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Pada periode tersebut, umat Muslim biasanya memperbanyak ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Secara umum, iktikaf sebaiknya dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena pada waktu tersebut terdapat keutamaan besar, termasuk peluang bertemu dengan malam Lailatul Qadar.
Tradisi ini juga mengikuti praktik Nabi Muhammad saw. yang secara rutin menjalankan iktikaf pada periode tersebut setiap Ramadan.
Di Indonesia, jadwal permulaan sepuluh malam terakhir Ramadan bergantung pada penetapan awal bulan puasa.
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah mulai pada 19 Februari 2026.
Dengan penetapan tersebut, malam ke-21 Ramadan yang menjadi awal periode iktikaf yang jatuh pada Selasa malam, 10 Maret 2026.
Iktikaf merupakan ibadah sunnah dengan cara menetap di masjid dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah Swt.
Selama menjalankan iktikaf, umat Islam dapat memperbanyak aktivitas ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, hingga melaksanakan salat sunah.
Meskipun pada dasarnya iktikaf dapat kita lakukan kapan saja sepanjang tahun, praktik yang paling utama adalah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Hal ini karena periode tersebut memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam berusaha meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk pencarian malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang memiliki kemuliaan lebih baik daripada seribu bulan.
Berawal dari malam ke-21 Ramadan, umat Muslim biasanya mulai melaksanakan iktikaf hingga berakhirnya bulan puasa.
Oleh karena itu, masjid-masjid di berbagai daerah biasanya mulai padat dengan jamaah yang ingin menjalankan ibadah tersebut pada malam-malam terakhir Ramadan.
Di Indonesia, waktu pelaksanaan iktikaf dapat berbeda bergantung pada awal Ramadan yang diikuti oleh masing-masing umat Islam.
Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 19 Februari 2026 melalui sidang isbat.
Penetapan ini menjadi acuan bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa.
Namun, organisasi Muhammadiyah sebelumnya menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026.
Penetapan ini berdasarkan pada metode hisab yang organisasi tersebut gunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Perbedaan satu hari tersebut berdampak pada permulaan sepuluh malam terakhir Ramadan, termasuk jadwal memulai iktikaf.
Bagi umat Islam yang mengikuti penetapan pemerintah, malam pertama iktikaf adalah Selasa malam, 10 Maret 2026 yang bertepatan dengan malam ke-21 Ramadan.
Sementara itu, bagi masyarakat yang mengikuti penetapan Muhammadiyah, iktikaf sudah mulai sejak Senin malam, 9 Maret 2026.
Dengan demikian, umat Islam memiliki kesempatan untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai momentum meningkatkan ibadah.
Selain melaksanakan iktikaf di masjid, masyarakat juga sebaiknya memperbanyak amalan lain seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, dan memperbanyak sedekah.
Momentum sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang dinanti oleh umat Islam setiap tahunnya.
Selain sebagai kesempatan meningkatkan kualitas ibadah, periode ini juga menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.***