Kamis, 1 Desember 2022

Kapolda Jateng Beberkan Akan Ada Penambahan Personel Pengamanan di Nusakambangan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi saat memberikan keterangan terkait penambahan personel pengamanan di Nusakambangan, usai meninjau Lapas Super Maksimum Sekuriti Karanganyar Nusakambangan, Kamis (3/11/2022). (Ulul Azmi/Serayunews)

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi akan menambah jumlah personel untuk meningkatakan pengamanan di Pulau Pemasyarakatan Nusakambangan. Penambahanan personel ini seiring dengan meningkatnya tipe Polres Cilacap menjadi Polresta Cilacap.


Nusakambangan, serayunews.com

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkannya saat melakukan peninjauan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maksimum Sekuriti Karanganyar Nusakambangan, Kamis (3/11/2022).

Dalam peninjauannya bersama PJU Polda Jateng dan Forkopimda Cilacap, Kapolda menyampaikan, kegiatan tersebut untuk mempererat kerjasama terkait pola pengamanan serta pengecekan situasi wilayah, khususnya di Lapas Nusakambangan.

“Sinergitas kolaborasi antara Forkopimda dalam hal ini aparat keamanan, khususnya Polresta Cilacap untuk lebih baik lagi dengan adanya polsek di Nusakambangan. Dengan tujuan untuk melakukan evaluasi apakah ada kekurangan, perlu ditingkatkan pengecekan secara berkala sehingga kegiatan kita dalam rangka pengamanan bisa maksimal,” ujar Kapolda.

Sementara itu, dengan naiknya tipe Polres Cilacap menjadi Polresta Cilacap, lanjut Kapolda, Kapolresta Cilacap akan memiliki pemimpin Kombes (Komisaris Besar). Sehinga jumlah personel pun akan bertambah termasuk di Polsek Nusakambangan.

“Personel di Polresta Cilacap nantinya akan kita tambah, khususnya di wilayah hukum Polsek Nusakambangan dengan tujuan untuk membackup pengamanan yang ada di wilayah Nusakambangan agar terciptanya situasi yang aman,” ujarnya.

Koordinator Wilayah Pemasyarakatan Nusakambangan dan Cilacap I Putu Murdiana menyambut baik, dengan rencana penambahan personel dalam memperkuat pengamanan di Nusakambangan tersebut.

Selain itu, pengecekan keamanan dan kondusivitas di Lapas Super Maksimum Sekuriti Karanganyar Nusakambangan, juga sebagai bentuk kesiapan menghadapi perhelatan ajang G20. Sehingga dapat memastikan kondisi keamanan di Lapas termasuk Nusakambangan, yang di dalamnya terdapat napi dengan risiko tinggi.

“Pesan khusus agar mendekatkan, sering penguatan baik ke jajaran dan warga binaan untuk dapat melaksanakan, terutama petugas melaksanakan fungsi dengan baik dengan SOP, dan warga binaan agar bersemangat di dalam menjalankan masa pidananya,” ujarnya.

Putu menambahkan, dari delapan Lapas yang beroperasi di Nusakambangan, saat ini terdapat 2.346 narapidana. Sedangkan yang menempati Lapas Khusus Karanganyar dengan pengamanan super maksimum ada sebanyak 401 napi dengan kategori high risk (risiko tinggi).

Berita Terpopuler

Berita Terkini