
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Peran tokoh agama dan ulama dinilai penting untuk membangun komunikasi, mencegah potensi gangguan keamanan, sekaligus menjaga kerukunan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi saat bersilaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin, KH. Mohamad Chamzah Hasan, di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Banjarnegara. Silaturahmi menjadi bagian dari langkah awal memperkuat kemitraan antara kepolisian dengan tokoh agama di wilayah hukum Polres Banjarnegara.
Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi mengatakan, pertemuan dengan ulama menjadi penting karena dirinya bersama jajaran merupakan pejabat baru di Banjarnegara. Komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, akan terus dibangun.
“Kami bersilaturahmi dengan tokoh agama sebab kami juga pejabat baru di Banjarnegara. Kita terus tingkatkan sinergitas dengan tokoh agama untuk menjalin kemitraan di wilayah hukum Polres Banjarnegara,” katanya.
Menurutnya, membangun situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk masukan dari para ulama dan tokoh agama yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.
Ia berharap komunikasi yang dibangun melalui silaturahmi tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar informasi sekaligus menyerap masukan mengenai kondisi sosial di tengah masyarakat.
“Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun komunikasi dan sinergitas dengan para ulama serta tokoh agama. Kami berharap masukan dan dukungan dari para tokoh agama dapat menjadi penguat dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Banjarnegara,” ujarnya.
Kapolres menilai tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Edukasi yang disampaikan melalui pendekatan keagamaan dinilai dapat membantu membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
Karena itu, kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama diharapkan tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut dalam berbagai upaya menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolres berharap semakin kuatnya komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama dapat membantu mengurangi potensi gangguan keamanan di Banjarnegara.
Dikatakannya, berbagai persoalan sosial yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kamtibmas membutuhkan pendekatan bersama. Kepolisian memiliki peran penegakan hukum, sementara tokoh agama memiliki kekuatan dalam memberikan edukasi, membangun kesadaran, serta merawat kerukunan di tengah masyarakat.
“Kita tidak bisa melindungi Kabupaten Banjarnegara sendirian, tanpa doa, dukungan dan bantuan dari para tokoh agama dan ulama di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polres Banjarnegara memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat. Dengan komunikasi yang semakin terbuka, kepolisian berharap berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi lebih dini sehingga keamanan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga.