
CILACAP, SERAYUNEWS – DPRD Kabupaten Cilacap mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan kinerja perusahaan daerah (Perusda) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah Perusda dinilai masih memiliki potensi besar yang belum tergarap secara maksimal.
Ketua Komisi B DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi, mengatakan Perusda tidak cukup hanya menjalankan aktivitas bisnis. Perusahaan milik daerah tersebut harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui peningkatan dividen bagi pemerintah daerah.
DPRD bahkan optimistis pembenahan sejumlah Perusda dapat mendongkrak PAD Cilacap secara signifikan pada 2027.
Didi mengatakan DPRD telah berkoordinasi dengan sejumlah Perusda di Kabupaten Cilacap. Dari koordinasi tersebut, DPRD menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi agar perusahaan daerah mampu memberikan dividen lebih besar.
“Kita juga sudah koordinasi, rapat dengan Perusda yang ada di Kabupaten Cilacap. Memang harus ada yang betul-betul dibenahi terkait dengan nanti pendapatan yang bersumber dari deviden Perusda,” ujar politikus PKB itu, Selasa (18/8/2026).
Salah satu Perusda yang menjadi perhatian DPRD adalah Cilacap Segara Artha (CSA). Didi mendorong CSA dikelola secara profesional agar mampu menjadi salah satu sumber PAD utama bagi Kabupaten Cilacap.
“Contoh kayak CSA, nanti kita genjot bagaimana CSA ini menjadi sebuah perusahaan yang bonafid, yang profesional, yang betul-betul menghasilkan PAD yang besar,” ujarnya.
Menurut Didi, sejumlah persoalan yang berkaitan dengan CSA masih perlu diselesaikan, termasuk pengelolaan lahan milik perusahaan. Pembenahan aset tersebut dinilai dapat membuka peluang baru untuk meningkatkan pendapatan.
Didi optimistis pembenahan Perusda akan memberikan dampak terhadap PAD Cilacap pada 2027. Ia mengatakan sejumlah temuan yang berkaitan dengan pengelolaan aset perlu segera diselesaikan agar potensi pendapatan tidak terabaikan.
“Ada beberapa temuan yang nanti harus kita benahi di 2027 terkait dengan lahan-lahan yang dimiliki oleh CSA untuk menaikkan PAD. Jadi kita optimis ke depan itu kita naik drastis di 2027,” katanya.
Didi bahkan menyebut potensi peningkatan PAD dapat mencapai ratusan miliar rupiah apabila berbagai persoalan tersebut berhasil diselesaikan.
“Karena ada beberapa temuan yang harus kita selesaikan secara maksimal untuk menaikkan PAD. Itu kalau soal sampai terpecahkan insyaallah sampai 400 miliar ada di tahun 2027,” sambung Didi.
Ia menegaskan pembenahan Perusda harus dilakukan secara menyeluruh. DPRD juga telah meminta Bagian Perekonomian menata kembali perusahaan-perusahaan daerah agar mampu menghasilkan pendapatan secara optimal.
“Kita sudah meminta melakukan penataan ke Kabag Perekonomian agar perusda-perusda yang ada di Kabupaten Cilacap dibenahi sebaik mungkin, semaksimal mungkin untuk menghasilkan PAD yang besar di Kabupaten Cilacap,” tegasnya.
Selain CSA, DPRD Cilacap juga menyoroti potensi PDAM. Menurut Didi, perusahaan air minum daerah tersebut tengah melakukan renovasi jaringan pipa pada 2026.
Pembenahan jaringan diharapkan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong pendapatan PDAM setelah pekerjaan selesai.
“Yang kedua ada PDAM, PDAM tahun ini besar-besaran melakukan renovasi terkait dengan pipa. Yang sekarang mungkin tahun ini Rp 31 miliar, nanti kalau pipa sudah terpasang, PDAM juga utang 50 miliar clear bisa untuk perbaikan-perbaikan pipa, insyaallah kita target itu naik kurang lebih 100% dari pendapatan dari PDAM,” jelasnya.
Perusda lain yang menjadi perhatian DPRD adalah Cahaya Nusada. Didi menilai perusahaan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi perusahaan farmasi yang memenuhi kebutuhan obat dan alat kesehatan di Cilacap.
Menurut dia, kebutuhan obat dan alat kesehatan di Kabupaten Cilacap mencapai lebih dari Rp250 miliar setiap tahun. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bisnis bagi Cahaya Nusada sekaligus meningkatkan PAD.
“Kita sudah berhitung untuk kebutuhan obat dengan alkes di Kabupaten Cilacap itu sekitar di atas 250 miliar per tahun. Makanya kalau nanti Cahaya Nusada ini bisa mengelola itu dengan baik, insyaallah PAD yang bersumber dari Cahaya Nusada ini akan naik drastis,” ujarnya.
Optimalisasi Perusda menjadi semakin penting karena Kabupaten Cilacap masih menghadapi persoalan defisit anggaran dalam pembahasan KUA-PPAS 2027.
Didi menyebut defisit anggaran Cilacap saat ini mencapai sekitar Rp468 miliar. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu mencari sumber pendapatan tambahan sekaligus mengoptimalkan sektor yang sudah dimiliki.
“Kita masih defisit sekitar 468 miliar. Padahal, secara aturan kita maksimal 3%. Berarti sekitar 130 miliar,” ungkapnya.
Menurut Didi, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang dimiliki Kabupaten Cilacap. Perusda, kata dia, harus dibenahi agar tidak sekadar menjadi aset daerah, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
“Jadi intinya, yang utama bagaimana kerja kerasnya eksekutif, yang kedua bagaimana kita menata perusda dan sektor-sektor pendapatan ini digenjot secara maksimal,” pungkas Didi.