
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara menggandeng Yayasan Ahsanul Ulum untuk membuka Program Pendidikan Kesetaraan bagi warga binaan.
Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus upaya memenuhi hak pendidikan warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kegiatan perdana berlangsung di Aula Rutan Banjarnegara, Senin (7/9/2026). Melalui program tersebut, warga binaan mendapat kesempatan untuk tetap belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan potensi diri meskipun sedang menjalani masa pidana.
Kegiatan diikuti warga binaan yang menjadi peserta didik dengan pendampingan Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Kasubsie Yantah) beserta staf Rutan Banjarnegara dan jajaran Yayasan Ahsanul Ulum.
Program pendidikan kesetaraan ini diarahkan untuk memberikan akses pendidikan kepada warga binaan sesuai kebutuhan dan jenjang yang mereka ikuti.
Kegiatan perdana diawali dengan perkenalan dari Yayasan Ahsanul Ulum. Pihak yayasan memperkenalkan profil lembaga, tujuan program, serta gambaran pelaksanaan pendidikan kesetaraan yang akan dijalani para peserta.
Selanjutnya, warga binaan mendapat kesempatan memperkenalkan diri dan menyampaikan latar belakang secara singkat.
Sesi perkenalan berlangsung tertib dan komunikatif. Selain menjadi tahap awal pembelajaran, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun hubungan positif antara tenaga pendidik dan peserta didik.
Hubungan yang baik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif selama program pendidikan kesetaraan berlangsung.
Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Dodik Harmono, mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, warga binaan tetap membutuhkan ruang untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pidana.
“Kami ingin memastikan Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan potensi diri meskipun sedang menjalani masa pidana. Harapannya, bekal pendidikan ini dapat memberikan manfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Dodik.
Dodik berharap kerja sama dengan Yayasan Ahsanul Ulum dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, warga binaan dapat memperoleh akses pendidikan sesuai kebutuhan dan jenjang yang diikuti.
Program pendidikan kesetaraan di Rutan Banjarnegara menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban.
Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk kembali berintegrasi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Pelaksanaan kegiatan perdana berlangsung aman, tertib, dan lancar. Para peserta juga menunjukkan antusiasme mengikuti program pendidikan yang baru dijalankan tersebut.