
CILACAP, SERAYUNEWS – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap. Pemerintah Kabupaten Cilacap pun meningkatkan penyaluran bantuan air bersih untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Dusun Cikerang, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari dan Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Selasa (11/8/2026).
Penyaluran dilakukan secara simbolis kepada masyarakat di dua lokasi tersebut. Bantuan ini menjadi salah satu langkah cepat Pemkab Cilacap untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai terdampak kekeringan.
Ammy mengatakan persoalan keterbatasan air bersih masih terjadi di sejumlah wilayah Cilacap. Terutama di daerah yang memiliki sumber air terbatas dan mulai mengalami dampak musim kemarau.
“Bantuan air bersih ini mungkin belum menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya bisa sedikit meringankan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih,” kata Ammy.
Menurutnya, kebutuhan air bersih diperkirakan akan meningkat ketika memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.
Karena itu, Pemkab Cilacap akan terus memantau kondisi di lapangan. Penyaluran air bersih juga akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap hingga 10 Agustus 2026, distribusi air bersih telah menjangkau 13 kecamatan dan 33 desa. Bantuan tersebut tercatat telah diterima sekitar 9.992 kepala keluarga atau 27.899 jiwa.
Total air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.317.000 liter, atau setara dengan 251 tangki.
Ammy mengatakan distribusi air bersih merupakan langkah penanganan sementara. Untuk jangka panjang, pemerintah daerah akan mendorong penyediaan infrastruktur air yang dapat menjangkau wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.
Salah satu opsi yang didorong yakni perluasan jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM), khususnya di wilayah yang membutuhkan dan masyarakatnya menghendaki adanya sambungan jaringan.
Ammy meminta pemerintah desa aktif melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi terkait kebutuhan tersebut.
“Kalau memang masyarakat membutuhkan PDAM dan ada kesepakatan bersama, nanti akan kita usahakan. Prinsipnya untuk kesejahteraan masyarakat di seluruh Kabupaten Cilacap,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi BPBD Cilacap, distribusi air bersih tidak hanya bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap. Sejumlah pihak turut terlibat melalui program CSR dan dukungan kemanusiaan.
Hingga 10 Agustus 2026, sumber APBD telah mendistribusikan 450 ribu liter air melalui 90 tangki. Sementara dukungan CSR dan mitra kemanusiaan mencapai 867 ribu liter melalui 161 tangki.
Sejumlah pihak yang terlibat di antaranya PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga melalui Siaga Peduli Kabupaten Cilacap, BBWS Citanduy, Lazismu, CSR DPR RI, Kodim 0703 Cilacap, NU Peduli Cilacap, Garuda Nusantara 08 serta PT SBI Tbk.
Pemkab Cilacap memastikan penyaluran air bersih masih akan dilanjutkan selama musim kemarau. Pemerintah juga mengimbau pemerintah desa untuk segera melaporkan kondisi wilayah apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.