Sabtu, 20 Agustus 2022

Keterlaluan! Mantan Kepala Kantor Pos Cabang Kecamatan Rembang Purbalingga Ini, Nekat Korupsi untuk Judi

Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan saat melakukan press rilis kasus dugaan tindak korupsi oleh Mantan Kepala Kantor Pos cabang pembantu Kecamatan Rembang, Purbalingga, di Mapolres, Rabu (27/07/2022) siang. Foto Amin

Mantan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, korupsi duit kantor sampai Rp 394 juta. Ia nekat mempertaruhkan kariernya itu, lantaran terjerumus di perjudian dan terlilit utang.


Purbalingga, serayunews.com

Mantan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, jadi tersangka kasus dugaan tindak korupsi.

Edy Safangatno, merupakan warga Penolih, Kecamatan Kaligondang itu, kini mendekam di ruang tahanan Polres Purbalingga.

Nilai uang yang ia salahgunakan, mencapai Rp 394.409.977,00. Nominal tersebut, bersumber dari Kantor Pos Purbalingga yang seharusnya untuk beberapa kegiatan.

Baca juga  Pembangunan Jembatan Merah Akan Dilanjutkan, Pemkab Siap Gelontorkan Dana Lagi 

Di antaranya adalah uang Pensiunan ke 13, Dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Penyaluran Dana Wesel, serta jasa pelayanan keuangan lainnya.

“Sudah buntu, karena pernah main judi dan kalah. Jadi saya berpikir bagaimana untuk mengembalikan. Selain itu ada utang juga,” kata Edy Safangatno, saat press rilis di Mapolres Purbalingga, Rabu (27/07/2022) siang.

Mantan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang Purbalingga, Edy Safangatno, ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak korupsi ratusan juta rupiah. Foto Amin

Uang ratusan juta itu, kata Edy, ia gunakan untuk keperluan pribadi seperti membayar utang puluhan juta. Selain itu, ia gunakan juga untuk mengadu nasib di trading crypto.

Baca juga  Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Rembang Purbalingga Ditahan Polisi, Ini Alasannya

“Buat deposit trading crypto, buat bayar utang, dan buat kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Kapolres Purbalingga, AKBP Era Johny Kurniawan menyampaikan, tersangka sempat kabur dari Purbalingga. Hingga akhirnya, berhasil terdeteksi keberadaannya di Pulau Bali.

“Tersangka diamankan di tempat kos, di kawasan Bali,” kata Kapolres, didampingi Kasat Reskrim AKP Gurbacov, Rabu (27/07/2022).

Kapolres menjelaskan, awal terungkapnya kasus ini yakni adanya laporan masyarakat. Sebab, untuk dana pensiun ke 13, baik dari Taspen maupun BTN, tak kunjung cair. Petugas kemudian melakukan penyelidikan, dan diketahui kepala kantor beberapa hari tidak berangkat.

Hingga akhirnya menimbulkan kecurigaan, karena yang bersangkutan juga tidak pulang ke rumah. Polisi kemudian meningkatkan penyelidikan dan aliran dana tersebut, masuk ke rekening pribadi Edy.

Baca juga  Dua Tahun Berturut-turut Pencurian Mendominasi Kasus Kamtibmas di Purbalingga 
Alasan Pelarian

Kasat Reskrim AKP Gurbacov menambahkan, pelarian tersangka ke Bali bukan tanpa alasan. Sebab, di Pulau Dewata ia sembari menunggu pencairan uang hasil bitcoin.

“Kenapa di Bali, karena sambil menunggu pencairan uang hasil bitcoin. Sisa uang waktu penangkapan itu ada sekitar Rp 2 juta,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka Edy kena pasal 2 ayat (1) subsidair pasal 3 subsidair pasal 8 Jo pasal 18 Undang-undang RI No 32 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Hukuman maksimal 20 tahun penjara,” kata Gurbacov.

Berita Terkait

Berita Terkini