
SERAYUNEWS– Ketua DPRD Jateng Sumanto mengajak warga untuk mulai mengembangkan pertanian organik dari skala rumah tangga. Menurut Sumanto, pertanian organik dalam skala kecil merupakan kegiatan yang sangat mudah dilakukan dan tidak harus memiliki lahan yang luas. Kegiatan tersebut dapat dimulai dari lingkungan rumah sendiri dengan memanfaatkan pekarangan, halaman sempit, bahkan pot atau wadah bekas.
Ajakan tersebut Sumanto ungkapkan saat menjalankan serangkaian kegiatan reses di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Dia menambahkan, melalui pertanian organik, masyarakat dapat belajar dan menerapkan pola budidaya alami tanpa bahan kimia.
“Supaya tanamannya subur, bisa menggunakan pupuk kompos dari sisa makanan di dapur, pupuk kandang, serta pestisida nabati. Ini menjadi langkah awal yang sederhana dan efektif,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Selain itu, masyarakat bisa menerapkan teknik hidroponik organik untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan. Dengan memulai dari rumah, masyarakat dapat membangun kebiasaan menanam dan mengonsumsi pangan sehat secara mandiri. Selain itu, bisa mengatasi masalah jika terjadi kenaikan sejumlah komoditas yang biasa terjadi saat Ramadan atau menjelang Lebaran.
“Banyak tanaman yang bisa dikembangkan secara organik. Mulai dari bayam, kangkung, sawi, selada, hingga cabai. Cabai kan adakalanya harganya mahal. Kalau menanam sendiri di rumah bisa mengatasi masalah tersebut. Setidaknya untuk konsumsi sendiri,” katanya.

Sumanto mengatakan, jika pola tersebut sudah terbentuk dan berhasil, penerapannya di lahan yang lebih luas akan menjadi lebih mudah dan terarah. Pertanian organik rumah tangga, lanjutnya, tak hanya menghasilkan pangan yang sehat dan aman dikonsumsi, tapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan, menjaga kesuburan tanah, serta mengurangi limbah rumah tangga.
“Selain untuk konsumsi sendiri, hasil panen juga bisa dijual ke lingkungan sekitar. Sayuran organik seperti bayam, kangkung, selada, cabai, dan tomat memiliki permintaan yang cukup tinggi karena masyarakat semakin sadar pentingnya pangan bebas bahan kimia,” ujarnya.
Menurut Sumanto, hal itu membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga. Dia juga meminta pemerintah memberikan dukungan pelatihan dan pendampingan sehingga pertanian organik rumah tangga ini bisa menjadi gerakan bersama.
“Ini tak hanya penting untuk mewujudkan kemandirian pangan, tetapi juga sebagai langkah nyata meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.
Dalam kegiatan reses tersebut, Sumanto juga menyerap berbagai aspirasi warga, terutama terkait pembangunan infrastruktur di desa. Dia meminta Kepala Desa (Kades) menerapkan skala prioritas dalam perencanaan pembangunan, mengingat saat ini alokasi dana desa ikut terpangkas akibat efisiensi.