Selasa, 24 Mei 2022

Ketua REI Banyumas Raya Optimistis Bisnis Perumahan Meningkat

Selama pandemi Covid-19, bisnis perumahan tetap bertahan, meskipun pertumbuhannya melambat. Tahun 2022 ini, optimisme bisnis ini meningkat.


Purwokerto, Serayunews.com

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Banyumas Raya, Said Muchsin mengatakan, secara umum bisnis properti tetap berjalan selama pandemi Covid-19, meskipun pertumbuhannya melambat. Tetapi sejak akhir tahun 2021 sampai dengan triwulan 2022 ini, pertumbuhannya mulai meningkat.

“Bisnis properti perumahan tetap terdampak, tetapi masih bertahan dan tumbuh. Yang paling kuat bertahan justru perumahan untuk kalangan menengah ke bawah,” kata Said, Selasa (19/4/2022).

Baca juga  Purbalingga Raih Opini WTP untuk Keenam Kalinya, Ini Tanggapan Bupati Tiwi

Lebih lanjut Said menjelaskan, pada masa pandemi banyak orang yang turun kelas secara ekonomi, sehingga perumahan menengah ke bawah lebih banyak diburu. Namun, memasuki masa pemulihan ekonomi, saat kondisi cenderung stabil, perumahan-perumahan kelas atas juga mulai banyak diburu.

“Pada fase pemulihan, pasar perumahan melompat ke kelas atas, hal tersebut karena kelompok atau keluarga yang mempunyai uang dan mereka biasa menyimpan dalam bentuk deposito, sementara suku bunga deposito kecil, maka pilihannya adalah mereka menaruh uang di real estate, tempat penyimpanan yang aman dan menguntungkan,” jelasnya.

Baca juga  Hujan Disertai Angin Kencang Rusak Rumah di Bukateja Purbalingga

Terkait bisnis perumahan ini, Ketua REI Banyumas Raya ini memberikan tips jitu. Menurutnya, saat ini mayoritas masalah yang dihadapi masyarakat adalah terkait uang muka untuk membeli rumah. Banyak orang mempunyai kemampuan untuk mengangsur, tetapi mereka tidak memiliki simpanan untuk membayar uang muka. Karena itu, Said menyarankan agar para pelaku usaha perumahan, sebisa mungkin memberikan uang muka yang lebih ringan.

Pada beberapa kasus, rumah subsidi pemerintah, uang mukanya masih tinggi, pada kisaran Rp 15 juta. Hal ini akan membuat konsumen berpikir ulang, sebab uang muka tersebut jumlahnya cukup besar.

Baca juga  Pastikan Mudik Aman, Plh Bupati Banjarnegara Tinjau Pos Pengamanan dan Pos Terpadu

Tips kedua yang disampaikan Said yaitu terkait, rumah yang sudah siap huni. Selama ini, sebagian besar perumahan yang dijual tidak siap huni, dalam arti ada yang tembok belakang belum ada atau bagian lain seperti dapur. Hal ini akan membuat konsumen berpikir ulang untuk membeli, sebab mereka sudah keluar untuk membayar uang muka dan masih harus melakukan renovasi lagi untuk bisa menempati rumah tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini