
SERAYUNEWS – Istilah Pax Judaica belakangan sering muncul dalam perbincangan geopolitik global, kajian akhir zaman, hingga diskusi keagamaan di ruang publik digital.
Meski terdengar akademis, konsep ini sejatinya lebih banyak hidup sebagai teori dan narasi ideologis tentang masa depan dunia, bukan sebagai doktrin resmi negara atau kebijakan global yang disepakati bersama.
Secara sederhana, Pax Judaica dipahami sebagai gambaran tentang sebuah fase dunia di mana Israel berada pada posisi dominan, baik secara politik, ekonomi, teknologi, maupun pengaruh global, menggantikan dominasi Amerika Serikat yang selama beberapa dekade dikenal dengan istilah Pax Americana.
Bagi sebagian kalangan, fase ini bukan sekadar pergeseran kekuatan geopolitik, melainkan bagian dari rangkaian besar peristiwa menuju akhir zaman.
Kata pax berasal dari bahasa Latin yang berarti “perdamaian”. Dalam sejarah, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan stabilitas global yang tercipta akibat dominasi satu kekuatan besar.
Adapun seperti Pax Romana pada era Kekaisaran Romawi dan Pax Britannica pada masa kejayaan Inggris.
Sementara itu, kata Judaica merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan Yahudi atau Yudaisme.
Jika digabungkan, Pax Judaica menggambarkan sebuah “perdamaian” yang terbangun di bawah kepemimpinan Israel.
Namun, perdamaian dalam konteks ini tidak selalu dimaknai sebagai kondisi harmonis tanpa konflik, melainkan stabilitas yang lahir dari supremasi kekuatan tertentu atas dunia.
Dalam narasi Pax Judaica, Israel digambarkan sebagai pusat peradaban dunia masa depan.
Negara ini diproyeksikan tidak hanya unggul dalam aspek militer, tetapi juga menjadi pemimpin global di bidang sains, teknologi, ekonomi, dan inovasi.
Keunggulan dalam kecerdasan buatan, keamanan siber, bioteknologi, serta sistem keuangan digital sering disebut sebagai fondasi utama dominasi tersebut.
Selain itu, konsep ini juga kerap dikaitkan dengan gagasan “Israel Raya”, yaitu penguasaan wilayah yang diyakini sebagai Tanah Perjanjian dalam tradisi Yahudi.
Dalam kerangka ini, kekuatan Israel dipandang akan meluas dan memengaruhi arah kebijakan global, menjadikannya aktor sentral dalam pengambilan keputusan dunia.
Pembahasan Pax Judaica tidak bisa dilepaskan dari dimensi keagamaan, terutama dalam interpretasi eskatologis Islam dan Yahudi.
Dalam beberapa tafsir, fase ini dikaitkan dengan periode penuh ujian menjelang akhir zaman.
Dalam narasi Islam, Pax Judaica sering diposisikan sebagai fase yang beriringan dengan munculnya fitnah besar, termasuk kemunculan Dajjal.
Kekuatan dunia yang tampak mapan dan dominan pada masa ini dipandang sebagai ujian keimanan bagi umat manusia.
Fase tersebut kemudian diyakini akan berakhir dengan turunnya Nabi Isa (Yesus) yang menegakkan keadilan dan mengakhiri dominasi kebatilan.
Bagi sebagian umat Islam, Pax Judaica bukanlah kemenangan akhir, melainkan tahapan sementara sebelum kebenaran ditegakkan sepenuhnya.
Dalam fase ini pula, Imam Mahdi dan umat Islam disebut memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan besar akhir zaman.
Penting untuk dipahami bahwa Pax Judaica bukanlah konsep yang diakui secara resmi dalam hubungan internasional modern.
Ia lebih banyak hadir sebagai teori, prediksi, atau keyakinan ideologis yang berkembang di kalangan tertentu.
Karena itu, tidak sedikit pihak yang menganggap Pax Judaica sebagai spekulasi atau bahkan teori konspirasi yang tidak memiliki dasar empiris kuat.
Namun demikian, munculnya gagasan ini mencerminkan kegelisahan global terhadap perubahan peta kekuatan dunia.
Ketika dominasi satu negara mulai dipertanyakan, wajar jika berbagai teori tentang “tatanan dunia baru” bermunculan, termasuk Pax Judaica.
Popularitas istilah Pax Judaica menunjukkan bahwa masyarakat global semakin tertarik pada isu masa depan dunia, baik dari sisi politik maupun spiritual.
Konsep ini menjadi titik temu antara geopolitik modern, teknologi masa depan, dan keyakinan keagamaan tentang akhir zaman.
Bagi Anda, memahami Pax Judaica bukan berarti harus mempercayainya secara utuh.
Namun, mengenal konsep ini membantu membuka wawasan tentang bagaimana narasi besar dibangun, disebarkan, dan dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Di era informasi digital, gagasan semacam ini dapat memengaruhi opini publik, sikap politik, bahkan cara seseorang memandang masa depan dunia.
Pax Judaica adalah konsep yang menggambarkan prediksi atau keyakinan tentang dominasi Israel sebagai kekuatan global di masa depan, yang sering dikaitkan dengan fase akhir zaman.
Istilah ini memadukan unsur sejarah, geopolitik, dan kepercayaan agama, sehingga kerap menimbulkan perdebatan.
Terlepas dari pro dan kontra yang menyertainya, Pax Judaica menunjukkan bahwa diskusi tentang masa depan dunia tidak pernah lepas dari narasi kekuasaan dan keyakinan.
Di tengah perubahan global yang cepat, memahami berbagai sudut pandang menjadi langkah penting agar Anda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pembaca yang kritis.***