Sabtu, 18 September 2021

Komunikasi Unik KH Hasyim Asy’ari dengan sang Putra Dibeberkan Tokoh Banyumas

KH Hasyim Asy’ari. sumber foto National Information and Communication Agency Republic of Indonesia yang dipublikasikan wikipedia

Ini adalah cerita masa lalu yang diungkap oleh KH Saifuddin Zuhri, tokoh asal Sokaraja, Banyumas yang pernah menjadi Menteri Agama di masa lalu. Cerita ini bermula ketika akan dilaksanakan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya pada tahun 1940.

Sebelum muktamar,  KH Saifuddin Zuhri diminta mampir ke Tebuireng oleh KH Wahid Hasyim, salah satu tokoh NU. Di Tebuireng itulah, KH Saifuddin Zuhri untuk pertama kalinya bertemu denganKH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Diketahui KH Hasyim Asyari tak lain adalah ayah dari KH Wahid Hasyim.

Saat pertemuan itu, KH Saifuddin Zuhri mencium tangan KH Hasyim Asy’ari. Hal itu lumrah terjadi di lingkungan warga NU. Dijelaskan, dalam lingkungan NU, KH Hasyim Asy’ari lebih sering disebut Hadratus Syaih atau yang berarti Yang Mulia Mahaguru.

Saat pertemuan itu, ada hal unik yang diketahui KH Saifuddin Zuhri tentang komunikasi antara KH Hasyim Asy’ari dengan sang putra yakni KH Wahid Hasyim.

Ternyata, KH Hasyim Asy’ari selalu berbicara menggunakan bahasa Arab ketika berkomunikasi dengan KH Wahid Hasyim. Hal itu memang wajar terjadi apalagi KH Hasyim Asy’ari sempat hidup lama di ArabSaudi.

Tapi, uniknya ketika sang ayah berbicara dengan bahasa Arab, sang putra yakni KH Wahid Hasyim selalu menjawab dengan bahasa Jawa halus. KH Saifuddin menjelaskan bahwa fenomena itu bukan berarti KH Wahid Hasyim tak bisa berbahasa Arab.

Tapi, fenomena itu menunjukkan bahwa KH Wahid Hasyim menghormati sang ayah. Cara menghormati  dengan memakai bahasa Jawa halus kepada orangtuanya. Mungkin komunikasi seperti ini sudah jarang terjadi atau malah tak ada lagi, yakni dua orang berbicara dengan bahasa yang berbeda (bahasa asing dan pribumi) tapi saling memahami dan yang muda menghormati.

Diketahui, KH Hasyim Asy’ari adalah salah satu pemrakarsa berdirinya organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama atau NU. KH Hasyim Asy’ari juga telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.  Sementara KH Wahid Hasyim adalah sosok yang sangat berkiprah di masa kemerdekaan. KH Wahid Hasyim juga telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Sementara, sosok KH Saifuddin Zuhri adalah mantan menteri agama. Kelak di kemudian hari, putri dari KH Saifuddin Zuhri yang bernama Farida menikah dengan putra dari KH Wahid Hasyim yakni KH Salahuddin Wahid.

Berita Terkait

Berita Terkini