Senin, 5 Desember 2022

Kredit untuk Melawan Rentenir Dinilai Dongkrak UMKM Purbalingga

 

Sekda Kabupaten Purbalingga, saat penerimaan penghargaan, yang dilakukan secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Program Kredit Mawar (Melawan Rentenir) dan Road Show UMKM berhasil membawa Kabupaten Purbalingga mendapat penghargaan nasional. Program tersebut, dinilai mampu menjadi solusi untuk kemajuan ekonomi terutama sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penghargaan diberikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK kepada Sekda Purbalingga.


Purbalingga, Serayunews.com

Sekda Purbalingga Wahyu Kontardi menyampaikan, Pemkab Purbalingga mendapatkan anugerah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Award 2020, kategori ‘Kabupaten / Kota Pendorong Pembiayaan kepada Sektor UMKM Terbaik’.

Penghargaan diserahkan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2020 yang berlangsung secara virtual, Kamis (10/12/2020). Rakornas TPAKD dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, para menteri rumpun ekonomi serta gubernur dan bupati / walikota se-Indonesia.

Wahyu Kontardi mengatakan, penghargaan itu diraih, atas kinerja TPAKD Kabupaten Purbalingga dalam meningkatkan literasi dan akses keuangan melalui berbagai program kerja unggulan, di antaranya, kredit mawar, subsidi bunga dan road show UMKM.

“Penilaian itu dilakukan secara objektif oleh tim yang terdiri dari Kemenko Perekonomian, Kemendagri, OJK, Bank Dunia dan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB),” kata Wahyu.

Bupati Purbalingg Dyah Hayuning Pratiwi yang turut dalam rakornas virtual itu, menjelaskan mengenai kredit mawar. Kredit Mawar adalah kredit tanpa agunan dan tanpa bunga. Program itu diluncurkan sejak 27 Februari 2019.

Baca Juga : Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Sudah 75 Persen

Baca Juga : APBD Purbalingga Anjlok Rp 100 M, Pemulihan Ekonomi Diprioritaskan

“Kredit ini bertujuan untuk mempermudah akses permodalan bagi UMKM sekaligus upaya untuk memberantas rentenir,” ujarnya.

Sampai dengan 10 Desember 2020, lanjut Tiwi, program yang dilaksanakan oleh Perumda BPR Artha Perwra ini sudah dikucurkan kepada 518 nasabah dengan plafon kredit yang sudah disalurkan sebesar Rp. 1.233.5000.000.

“Tentunya hasil ini juga didukung program unggulan TPAKD lainnya, ada subsidi bunga yang sudah dilaksanakan sejak 2005. Program ini sudah dinikmati oleh 20.369 UMKM dengan jumlah pinjaman yang diberikan subsidi bunga sebesar Rp. 163.491.809.807,” kata Tiwi.

Diketahui, pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh kepala daerah agar mendorong program inklusi keuangan. Caranya, dengan meningkatkan literasi keuangan dan mempermudah akses kredit bagi UMKM.

“Saya ingin mengajak seluruh daerah agar bisa mendorong rakyat kita untuk bisa akses keuangan harus kita percepat caranya dengan menabung dan mempermudah urusan akses kredit bagi UMKM,” katanya.

Terlebih, sambung Presiden, di era pandemi ini sektor UMKM mengalami tekanan dan kemudahan dalam mengakses modal akan membantu pemulihan UMKM yang akan berdampak positif bagi perekonomian secara nasional.

Berita Terpopuler

Berita Terkini