
SERAYUNEWS – Gerak cepat jajaran Polresta Banyumas membuahkan hasil. Kurang dari lima jam setelah penemuan dua perempuan meninggal dunia di sebuah rumah di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jumat (12/6/2026), polisi berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Terduga pelaku berinisial A alias D (24) ditangkap oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Banyumas yang berkoordinasi dengan Polres Banjarnegara dan URC Ekswil Banyumas.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan warga terkait ditemukannya dua korban meninggal dunia di dalam rumah pada Jumat pagi.
“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Kurang dari lima jam, kami berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial A alias D di wilayah Banjarnegara,” ujarnya.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 07.00 WIB.
Warga menaruh curiga karena rumah korban dalam kondisi tertutup rapat, namun lampu rumah diketahui masih menyala sejak malam sebelumnya. Setelah dilakukan pengecekan, warga menemukan dua penghuni rumah sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Korban diketahui berinisial K (81), seorang pensiunan, dan A (18). Keduanya ditemukan di lokasi berbeda di dalam area rumah.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian yang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polresta Banyumas bersama tenaga medis, korban A ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar rumah.
Kapolresta Banyumas mengungkapkan bahwa korban mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.
“Terdapat luka robek di bagian dagu, luka pada kepala, serta indikasi kekerasan pada bagian leher korban,” kata Kapolresta.
Sementara itu, korban K ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di area rumah.
Proses evakuasi korban dilakukan oleh tim SAR Kabupaten Banyumas bersama petugas kepolisian sebelum jenazah dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum dilakukan penangkapan, saksi sempat melihat terduga pelaku yang diketahui merupakan cucu salah satu korban berada di lokasi kejadian.
Namun saat hendak dimintai keterangan, yang bersangkutan justru melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Dalam upaya kaburnya tersebut, terduga pelaku bahkan sempat menabrak warga yang berusaha menghentikannya.
Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan di wilayah Banjarnegara.
Meski terduga pelaku telah diamankan, polisi hingga kini masih mendalami motif di balik peristiwa yang menggemparkan warga Patikraja tersebut.
Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Selain itu, hasil pemeriksaan forensik dan otopsi juga masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua korban.
“Kami masih mendalami motif dan peran pelaku dalam kejadian ini. Proses penyidikan terus berjalan dan akan kami sampaikan perkembangannya lebih lanjut,” ujar Kombes Pol Petrus P. Silalahi.
Kasus ini sempat membuat geger warga Desa Patikraja. Sejak pagi hari, banyak warga berkerumun di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses olah TKP dan evakuasi korban.
Polisi memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan kematian dua perempuan tersebut.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi terkait motif maupun kronologi yang masih dalam pendalaman penyidik.