
SERAYUNEWS – Terkena air keras adalah kondisi darurat medis yang memerlukan tindakan cepat dan tepat.
Paparan zat kimia korosif ini dapat merusak jaringan kulit dalam hitungan detik, mulai dari iritasi hebat hingga luka bakar permanen yang merusak penampilan serta fungsi tubuh.
Kesalahan dalam langkah awal justru berisiko memperparah kondisi luka. Oleh karena itu, memahami prosedur pertolongan pertama sangat krusial sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Langkah paling utama saat kulit terpapar air keras adalah membilasnya dengan air mengalir sesegera mungkin. Lakukan pembilasan secara terus-menerus selama 10 hingga 20 menit.
Air mengalir berfungsi melarutkan dan menghanyutkan konsentrasi zat kimia yang menempel.
Jika zat kimia mengenai mata, lakukan hal serupa dengan posisi kepala miring agar air bilasan tidak mengalir ke mata yang sehat.
Menunda proses ini dapat menyebabkan zat kimia meresap lebih dalam ke jaringan dermis.
Sembari membilas, segera lepaskan pakaian, perhiasan, jam tangan, atau sepatu yang terkena tumpahan air keras. Pakaian yang basah oleh zat korosif akan terus membakar kulit jika tetap menempel.
Pastikan orang yang menolong juga berhati-hati agar tidak ikut terpapar. Gunakan sarung tangan atau alat pelindung jika tersedia saat membantu melepaskan benda-benda yang terkontaminasi tersebut.
Ini adalah kesalahan yang sering terjadi di masyarakat. Meski luka terasa panas menyengat, dilarang keras menggunakan es batu karena suhu ekstremnya bisa merusak sel kulit yang sudah rapuh.
Selain itu, hindari mengoleskan bahan-bahan berikut pada luka baru:
Pasta gigi (odol)
Mentega atau minyak goreng
Krim atau salep antibiotik (tanpa resep dokter)
Kecap
Bahan-bahan berminyak justru akan memerangkap panas di dalam kulit dan menghalangi proses pembersihan zat kimia oleh tenaga medis nantinya.
Setelah dipastikan bersih dari sisa zat kimia, lindungi area tersebut dengan kain bersih atau kasa steril. Ingat, jangan membungkusnya terlalu rapat.
Penutupan secara longgar bertujuan untuk mencegah kontaminasi bakteri dan debu selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan tanpa menghentikan sirkulasi udara pada luka.
Pertolongan pertama di atas hanyalah langkah awal untuk meminimalisir kerusakan. Paparan zat kimia sering kali memiliki efek “terbakar dalam” yang tidak terlihat secara kasat mata di permukaan.
Segera bawa korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat. Tenaga medis profesional akan melakukan debridemen (pembersihan luka), memberikan pereda nyeri, serta menentukan apakah diperlukan tindakan bedah atau perawatan intensif lainnya untuk mencegah cacat permanen.