
SERAYUNEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap mulai membekali para pengurus PMI kecamatan masa bakti 2026–2031 melalui kegiatan Orientasi Kepalangmerahan. Kegiatan tersebut digelar bertahap dalam empat gelombang dan diawali di Aula Kecamatan Kroya, Kamis (21/5/2026).
Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf mengatakan orientasi ini penting untuk memperkuat pemahaman pengurus baru terkait tugas-tugas kemanusiaan, organisasi, hingga penanggulangan bencana.
“Orientasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pengurus PMI kecamatan agar mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara optimal sesuai aturan organisasi PMI,” kata Farid dalam sambutannya.
Gelombang pertama diikuti 42 peserta dari enam PMI kecamatan wilayah Eks Distrik Kroya. Mereka berasal dari Kecamatan Adipala, Binangun, Maos, Kroya, Nusawungu, dan Sampang.
Masing-masing kecamatan mengirimkan tujuh perwakilan yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, bidang pelayanan kesehatan dan UKTD, bidang penanggulangan bencana, serta bidang relawan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Farid Ma’ruf dan turut dihadiri jajaran pengurus PMI Kabupaten Cilacap, di antaranya Wakil Ketua Bidang Yankes dan UKTD U’ong Suparno, Wakil Ketua Bidang PB dan Relawan Koesdjarjo, Sekretaris PMI Sumaryo, hingga Kepala Markas PMI Kadar Solih.
Selain itu, hadir pula Sekretaris Kecamatan Kroya Sitam yang mewakili Camat Kroya sebagai tuan rumah kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima berbagai materi penting terkait kepalangmerahan. Mulai dari pelayanan kesehatan, organisasi PMI, administrasi keuangan, hingga penanggulangan bencana dan penguatan relawan.
Materi pelayanan kesehatan dan transfusi darah disampaikan oleh U’ong Suparno. Sementara materi organisasi PMI diberikan oleh Wasi Ariyadi. Adapun materi administrasi keuangan dipaparkan oleh Sumaryo, sedangkan penanggulangan bencana dan relawan disampaikan oleh Koesdjarjo.
Tak hanya pemaparan materi, kegiatan juga diisi penyerahan simbolis rompi PMI dan buku himpunan peraturan organisasi kepada enam ketua PMI kecamatan peserta orientasi.
Menurut Farid, pengurus PMI di tingkat kecamatan memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan pelayanan kemanusiaan di masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap prinsip-prinsip PMI dinilai sangat penting.
“PMI harus hadir memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama saat terjadi bencana maupun kondisi darurat kemanusiaan,” ujarnya.
Setelah pelaksanaan di Kroya, PMI Kabupaten Cilacap akan melanjutkan orientasi dalam tiga gelombang berikutnya.
Gelombang kedua dijadwalkan berlangsung untuk wilayah Eks Distrik Sidareja pada 11 Juni 2026. Selanjutnya Gelombang III untuk wilayah Eks Distrik Majenang digelar 18 Juni 2026, dan Gelombang IV untuk wilayah Eks Kotip serta Distrik Cilacap pada 25 Juni 2026.
PMI Kabupaten Cilacap berharap seluruh pengurus baru dapat semakin siap menjalankan tugas organisasi dan pelayanan kemanusiaan di wilayah masing-masing.