
SERAYUNEWS – Yulia Nurul warga Sudagaran, Kecamatan Banyumas kini sedang dilanda kecemasan. Pasalnya, satu unit mobil yang seharusnya menjadi haknya, sampai saat ini belum diterima.
Yulia merupakan pemenang undian, dengan hadiah mobil Honda Brio, pada acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di Menara Teratai, Purwokerto, Minggu 24 Agustus 2025.
Kepanitiaan acara tersebut merupakan Pemkab Banyumas, yang diketuai oleh Sekda Banyumas Agus Nur Hadie. Dalam pelaksanaanya, panitia menggandeng BOSS Event Organizer.
Sejak hari pengundian itu, sampai saat ini Yulia belum menerima hadiah tersebut. Ternyata, dari pihak panitia belum bisa menyelesaikan pelunasan ke pihak dealer mobil tersebut.
“Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan,” kata Fuad, suami dari Yulia, Senin (10/2/2026).
Fuad menjelaskan, dari informasi yang ia terima, panitia baru membayarkan sebagian dari harga mobil tersebut.
“Kalau yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi sekitar Rp 95 juta. Kekurangannya itu sekitar Rp 64 jutaan,” ujarnya.
Ia juga mengaku tidak mengeluarkan biaya apa pun untuk pengambilan mobil tersebut, selain membeli kupon jalan sehat.
“Saya beli tiketnya 100 lembar, satu bendel. Harganya Rp2.000 per lembar,” jelas Fuad.
Setelah dinyatakan sebagai pemenang, Fuad sempat diminta menyerahkan KTP oleh panitia untuk pendataan. Namun hingga kini, penyerahan mobil tak kunjung terealisasi.
“Dari pihak EO menghubungi saya awal September. Katanya nanti hadiah diambil tanggal sekian. Tapi sampai waktunya tiba, kok belum bisa diambil,” ujarnya.
Telah lewat berbulan-bulan sejak acara pengundian, mobil Honda Brio itu tak juga sampai di tangan Yulia. Maka dari itu, dia mencoba komunikasi dengan panitia. Bahkan, sampai pekan lalu, dia masih terus menanyakan kepada panitia.
“Ada (Komunikasi, red), tapi selalu beralasan untuk berusaha mencari dana buat menutup kekurangan pelunasan ke dealer,” katanya.
Lebih dari lima bulan tak kunjung ada kejelasan. Jika terus terusan beralasan, Fuad berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Harapan saya, ini bisa segera diselesaikan. Tapi kalau memang tidak ada penyelesaian, saya akan menempuh upaya hukum, saya akan gugat,” kata dia.