
SERAYUNEWS-Hujan deras terjadi di wilayah Kebumen pada Selasa-Rabu (3-4/3/2026). Imbasnya, musibah tanah longsor terjadi di lima titik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Dikutip dari data BPBD Kebumen yang diunggah di Instagram mereka disebutkan bahwa longsor pertama terjadi di Dukuh Grebeg RT 02 RW 04, Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangn pada Selasa (3/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Tebing di belakang rumah warga longsor akibat intensitas hujan tinggi.
Pada waktu yang sama, longsor juga terjadi di Dukuh Legok RT 05 RW 06, Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan. Material longsoran dari rumpun bambu menyeret bagian fondasi belakang rumah serta septiktank milik warga hingga terbawa ke sungai. Kondisi rumah terdampak masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sementara, luapan Sungai Gombong akibat hujan lebat disertai angin dan petir menyebabkan tebing sungai longsor dan mengancam fondasi rumah warga di Dukuh Pekiringan I, Desa Kalitengah. Kondisi fondasi dalam keadaan membahayakan dan berpotensi mengalami kerusakan lebih lanjut.
Di Dukuh Penasapan RT 07 RW 02, Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, talud sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi sekitar 4 meter longsor akibat curah hujan tinggi. Kejadian ini berdampak pada area dua rumah warga dan hingga kini belum tertangani sepenuhnya.
Musibah longsor juga terjadi di Dukuh Penajung RT 02 RW 01, Desa Tanjungseto, Kecamatan Kutowingangun, yang mengenai bagian rumah warga. Saat ini warga bersama unsur terkait masih melakukan kerja bakti penanganan di lokasi.
BPBD Kabupaten Kebumen bersama pemerintah desa dan unsur terkait telah melakukan asesmen serta koordinasi di masing-masing lokasi.
BPBD Kebumen mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. Sebab, kondisi tanah yang masih jenuh air akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.