
Purwokerto, serayunews.com
Dalam perminta maafannya, Bupati Husein berjanji, akan berusaha memperbaiki kesalahan tersebut agar tidak terulang kembali.
“Saya atas nama pemerintah kabupaten Banyumas, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya atas kejadian tidak nyaman pada saat Festival Kenthongan, dimana membuat kota Purwokerto macet total. Sehingga pertunjukan Festival Kenthongan tidak berjalan dengan baik,” ujar dia.
Seperti diketahui, pada Sabtu (20/8/2022) malam lalu, Pemkab Banyumas mengadakan Festival Kenthongan di ruas Jalan Bung Karno Purwokerto, komplek Menara Teratai Purwokerto.
Gelaran yang seharusnya sangat menarik tersebut, justru menuai respon negatif karena kepadatan arus lalu lintas yang terjadi. Bahkan beberapa warga menilai, pengaturan lalu lintas pada gelaran tersebut terkesan kurang dipersiapkan.
“InsyAllah menjadi refleksi bagi kami semuanya, dan akan kami perbaiki. Sehingga tahun depan suasana seperti ini InsyAllah tidak akan terjadi lagi,” kata dia.
Agar kejadian tersebut tidak terluang kembali, bupati juga memutuskan pelaksanaan pengajian akbar yang dihadiri oleh Ustadz Das’ad Latif pada, Rabu (24/8/2022) di komplek Menara Teratai, bakal dipindahkan ke Gor Satria Purwokerto.
“Pengajian dipindahkan ke Gedung Sasana Krida pada tanggal 24 Agustus jam 19.00 WIB, mudah-mudahan dapat berjalan lancar, kami mohon doa restunya,” ujarnya.