
CILACAP, SERAYUNEWS – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Cilacap menggelar aksi damai di Alun-alun Cilacap, Jumat (26/6/2026) sore.
Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah untuk mengevaluasi sejumlah program nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga menolak pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP).
Aksi diikuti puluhan mahasiswa dari Politeknik Negeri Cilacap (PNC) dan Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC). Massa secara bergantian menyampaikan orasi sambil membawa poster dan spanduk berisi berbagai tuntutan.
Salah satu poster yang dibentangkan bertuliskan “Evaluasi Total MBG”. Para mahasiswa menilai sejumlah program pemerintah perlu dikaji ulang agar implementasinya benar-benar sesuai dengan kepentingan masyarakat.
Koordinator aksi, Farhan Maulana, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi demokrasi dan kebijakan publik yang dinilai perlu mendapatkan pengawasan dari masyarakat.
“Kami mengadakan aksi damai dengan tujuan menjaga nilai-nilai demokrasi agar tidak mengalami kemunduran. Demokrasi bisa berjalan ketika masyarakat berani bersuara, berani berpendapat, dan berpikir kritis terhadap persoalan yang terjadi hari ini,” ujarnya.
Menurut Farhan, terdapat tiga tuntutan utama yang dibawa dalam aksi tersebut, yakni evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengkajian ulang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta penolakan terhadap masuknya militerisme ke ranah sipil melalui pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi perhatian pemerintah dan para pengambil kebijakan.
“Kami berharap pemangku kebijakan tidak mengabaikan suara kami. Sejatinya kami bersuara demi Indonesia yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Farhan menegaskan, mahasiswa tidak serta-merta menolak Program Makan Bergizi Gratis. Namun, mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, program yang menggunakan anggaran negara harus dipastikan berjalan tepat sasaran dan terhindar dari potensi penyimpangan.
“Kami menginginkan adanya evaluasi terlebih dahulu. MBG ini menurut kami rawan terjadi praktik penyimpangan sehingga perlu dievaluasi secara keseluruhan agar distribusi dan penyalurannya tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, apabila setelah dilakukan evaluasi masih ditemukan berbagai persoalan mendasar, mahasiswa meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian program tersebut.
“Kalau setelah dievaluasi masih banyak persoalan, kami meminta program ini dihentikan. Karena ini menggunakan APBN atau uang rakyat, sehingga masyarakat juga berhak mengawasi dan mengoreksi setiap kebijakan pemerintah agar pelaksanaannya lebih baik,” katanya.
Selain menyoroti Program Makan Bergizi Gratis, mahasiswa juga meminta pemerintah mengkaji ulang pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Di sisi lain, mereka menyatakan penolakan terhadap pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) yang dinilai berpotensi membawa militerisme masuk ke ruang-ruang sipil.
Selama aksi berlangsung, puluhan personel dari Polresta Cilacap disiagakan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Penyampaian aspirasi dilakukan secara bergantian dan berlangsung tertib. Setelah seluruh tuntutan disampaikan, aksi kemudian ditutup dengan doa bersama.