
SERAYUNEWS – Mantan karyawan PT Bina Agung Damar Buana (Griya Satria Group) kembali dibuat kecewa oleh management perusahaan tersebut. Memberikan janji untuk hadir pada mediasi, tapi nyatanya manajemen mangkir lagi.
Seharusnya telah dijadwalkan fasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial, di Ruang Rapat Pandawa, kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinakerperin) Kabupaten Banyumas, Jumat (20/2/2026).
Pada hari itu dijadwalkan dua rombongan dengan dua waktu yang berbeda. Pertama mereka yang di PHK pada 2024 agenda pertemuan pukul 10.00 WIB dan kedua yang di PHK 2025, pukul 14.00 WIB.
“Kita di PHP. Malah denger-denger orangnya ke luar kota, padahal mereka yang janji,” kata Alifatus Soimah, perwakilan eks karyawan yang di-PHK tahun 2024.
Mantan karyawan yang di-PHK pada 2025, Dian Mega, menambahkan bahwa manajemen tidak konsisten dengan komitmen yang sebelumnya sudah disampaikan ke publik.
“Yang membuat jadwal itu juga Pak Hasan sendiri, tapi dia juga yang mengingkari. Alasan ketidakhadiran pun tidak jelas. Seorang pemimpin kan dipegang omongannya, apalagi ini sudah disampaikan di media,” katanya.
Surat undangan bernomor 500.15/29/2026 tertanggal 18 Februari 2026 ditandatangani Kepala Dinakerperin Banyumas, Drs. Wahyu Dewanto, M.Si. Agenda ini merupakan tindak lanjut audiensi dengan Komisi IV DPRD Banyumas pada 28 Januari 2026.
Dalam surat tersebut, pihak yang diundang antara lain pimpinan PT Bina Agung Damar Buana serta sejumlah pekerja yang di-PHK pada 2024: Alifatus Soimah, Rina Susanti, Raditya Dananjaya, dan Bagus Abdi Pratama.
Dalam surat juga ditegaskan bahwa apabila para pihak diwakilkan, wajib disertai surat kuasa penuh untuk mengambil keputusan, serta membawa dokumen terkait perkara yang disengketakan. Surat ini ditembuskan kepada Bupati Banyumas dan Bidang Hubungan Industrial Dinakerperin.
Fasilitasi ini diharapkan menjadi langkah mediasi untuk mencapai kesepakatan antara perusahaan dan pekerja sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Namun, ketidakhadiran pihak manajemen dinilai memperburuk suasana dan menambah kekecewaan para eks karyawan.