
SERAYUNEWS-Maroko menahan Brasil 1-1 dalam laga grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026) pagi. Maroko tak hanya mendapatkan satu poin, tapi mereka mampu memberikan perlawanan pada Brasil.
Secara tradisi di Piala Dunia, Brasil lebih bagus dari Maroko. Brasil lima kali juara Piala Dunia dan Maroko tak pernah juara. Capaian terbaik Maroko adalah empat tahun lalu yang menjadi semifinalis.
Tapi tradisi Brasil tak terlihat perkasa ketika melawan Maroko. Brasil memang bisa membuat peluang. Brasil memang bisa menguasai bola, tapi Brasil tidak dominan.
Berdasarkan data flashscore, Maroko menguasai bola 49 persen. Maroko mengancam gawang Brasil 14 kali, Brasil memberi 13 ancaman. Maroko memiliki dua peluang emas dan Brasil satu peluang emas.
Maroko berani bermain terbuka dan menekan. Tak heran ketika Maroko unggul lebih dahulu di menit 21 melalui Saibari. Brasil baru menyamakan kedudukan di menit 32 melalui Vinicius.
Apa yang diperlihatkan Maroko menunjukkan bahwa sepak bola sudah mulai ketat. Tim tradisional seperti Brasil pun bisa mendapat perlawanan yang sengit.
Tapi memang di laga melawan Maroko, Brasil tak diperkuat oleh Neymar yang cedera. Absennya sang bintang tua itu memberi pengaruh pada kreativitas Brasil.
Brasil masih akan menjalani dua laga di grup C melawan Skotlandia dan Haiti. Kemenangan adalah harga mati jika Brasil ingin melaju ke babak gugur.
Sementara di laga sebelumnya, Swiss ditahan Qatar 1-1. Swiss unggul lebih dahulu melalui penalti Embolo di menit 17. Qatar menyamakan kedudukan melalui Khoukhi menit 90+4.
Swiss terlihat terlalu menyepelekan Qatar. Swiss yang sangat mendominasi tak mampu memanfaatkan peluang untuk untuk mencetak gol lebih dari satu. Sementara Qatar hanya melakukan serangan beberapa kali. Sampai akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit akhir.
Hasil seri ini sangat buruk bagi Swiss. Apalagi di laga selanjutnya, Swiss akan melawan tim yang lebih berat dari Qatar yakni Kanada dan Bosnia & Herzegovina.