
SERAYUNEWS – Massa aksi yang tergabung dalam aliansi “Banyumas Raya Marah” berhasil memasuki dan menduduki Pendopo Si Panji Purwokerto dalam demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) sore.
Aksi tersebut menjadi puncak rangkaian unjuk rasa mahasiswa yang sebelumnya berlangsung di depan Pendopo Bupati Banyumas.
Setelah berhasil masuk ke area pendopo, para peserta aksi menempati kursi-kursi yang ada di dalam ruangan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Mereka bertahan di lokasi dan menunggu kehadiran Bupati Banyumas serta pimpinan DPRD Banyumas untuk berdialog secara langsung.
Tak lama kemudian, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama sejumlah perwakilan DPRD Banyumas hadir menemui para mahasiswa yang telah berada di dalam Pendopo Si Panji.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama yang sebelumnya telah mereka suarakan melalui gerakan “Banyumas Raya Marah”.
Kelima tuntutan tersebut meliputi penghentian kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berdampak terhadap pelayanan publik.
Selanjutnya stabilisasi dan penurunan harga kebutuhan pokok serta BBM. Kemudian evaluasi hingga penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Berikutnya penolakan praktik militerisme serta penegakan supremasi sipil, hingga tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya.
Menanggapi tuntutan yang disampaikan mahasiswa, Bupati Banyumas menyatakan siap meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.
“Kami akan sampaikan aspirasi ini ke Jakarta,” kata Sadewo di hadapan peserta aksi.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh massa aksi yang sejak awal menuntut adanya respons langsung dari pemerintah daerah terhadap aspirasi yang mereka bawa.
Wakil Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Muhammad Zulfan Azmi, menilai dialog tersebut menjadi langkah awal yang cukup baik karena pemerintah daerah bersedia menerima dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.
“Seminim-minimnya kita berhasil. Apa yang kita sampaikan sudah disepakati Bupati dan katanya akan disampaikan. Hari Jumat suratnya akan selesai dan akan dilanjutkan ke nasional. Ada lima tuntutan kami,” ujarnya.
Menurut Zulfan, mahasiswa akan menunggu realisasi komitmen yang telah disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Meski dialog telah berlangsung dan tuntutan diterima, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal perkembangan tindak lanjut yang dijanjikan pemerintah daerah.
Zulfan menyebut kemungkinan aksi lanjutan tetap terbuka apabila tidak ada kepastian atau perkembangan terkait penyampaian aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.
“Ke depannya akan ada aksi lagi. Kalau tidak ada kabar, jumlah massa bisa dua kali lipat lebih banyak dari ini. Kita akan tunggu bersama-sama. Kita juga akan melihat apakah tuntutan mahasiswa ini dipublikasikan melalui website Pemkab atau tidak,” katanya.
Setelah dialog selesai, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Namun mahasiswa menegaskan pengawalan terhadap lima tuntutan “Banyumas Raya Marah” akan terus dilakukan hingga ada kejelasan tindak lanjut dari pemerintah.
Aksi tersebut sekaligus menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar di Banyumas dalam beberapa waktu terakhir yang berhasil menghadirkan dialog langsung antara peserta aksi dengan pemerintah daerah.