
SERAYUNEWS – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 menjadi tahap penting yang wajib dipersiapkan peserta dengan matang.
Setelah dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi, pelamar akan menghadapi rangkaian tes lanjutan yang bersifat menggugurkan.
Karena itu, memahami materi Seleksi Kompetensi Kampung Nelayan Merah Putih menjadi langkah penting agar peluang lolos semakin besar.
Apalagi tahapan ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mental ideologi, wawasan kebangsaan, hingga kondisi kesehatan peserta.
Berdasarkan agenda terbaru, Seleksi Kompetensi Tambahan Kampung Nelayan Merah Putih dijadwalkan berlangsung pada 20–31 Mei 2026 dan berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pertahanan.
Mengacu pada pedoman seleksi Nomor 01 Tahun 2026 yang diterbitkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), SKT terdiri dari Tes Mental Ideologi dan Uji Pemeriksaan Kesehatan.
Seleksi Kompetensi Tambahan merupakan tahapan akhir yang harus dilalui pelamar sebelum dinyatakan lolos seleksi keseluruhan.
Tes ini dirancang untuk memastikan peserta memiliki kesiapan mental, loyalitas ideologi, serta kondisi kesehatan yang memadai untuk menjalankan tugas di lapangan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri menjadi salah satu program strategis pemerintah yang berkaitan dengan penguatan sektor kelautan, pertahanan wilayah pesisir, dan pemberdayaan masyarakat nelayan.
Karena itulah, peserta yang lolos nantinya diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fisik kuat dan pemahaman kebangsaan yang baik.
Sesuai jadwal terbaru, pelaksanaan SKT Kampung Nelayan Merah Putih akan berlangsung mulai 20 hingga 31 Mei 2026.
Tahapan ini hanya dapat diikuti peserta yang sebelumnya sudah dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi. Selain itu, peserta juga diwajibkan membawa Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) saat mengikuti tes.
Karena sifatnya menggugurkan, peserta perlu benar-benar memperhatikan setiap materi dan persyaratan yang ditentukan panitia.
Salah satu bagian utama dalam SKT adalah Tes Mental Ideologi. Tes ini bertujuan mengukur pemahaman, sikap, perilaku, serta komitmen peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Materi yang diuji mencakup:
Tes Mental Ideologi menjadi penting karena peserta nantinya akan terlibat dalam program yang berkaitan dengan wilayah pesisir dan ketahanan nasional.
Bentuk Tes Mental Ideologi
Pada tahap ini, metode seleksi dilakukan melalui:
Tes tertulis biasanya mengukur wawasan kebangsaan dan pemahaman peserta terkait ideologi negara.
Sementara sesi wawancara lebih fokus menggali sikap, karakter, dan pandangan peserta terhadap isu sosial maupun kebangsaan. Wawancara juga mencakup beberapa aspek penting seperti:
Melalui proses tersebut, Kementerian Pertahanan ingin memastikan peserta memiliki mentalitas tangguh serta loyalitas ideologi yang sesuai dengan standar program.
Selain Tes Mental Ideologi, peserta juga wajib mengikuti Uji Pemeriksaan Kesehatan. Tahapan ini bertujuan menilai kondisi kesehatan jasmani dan rohani peserta.
Hal ini penting karena pendamping Kampung Nelayan Merah Putih nantinya dituntut memiliki aktivitas fisik yang cukup tinggi di lapangan, terutama di wilayah pesisir dan kawasan nelayan.
Beberapa komponen pemeriksaan kesehatan yang akan diuji meliputi:
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan peserta benar-benar siap menjalankan tugas.
Agar hasil pemeriksaan kesehatan optimal, peserta sebaiknya mulai menjaga kondisi tubuh sejak jauh hari sebelum tes berlangsung.
Beberapa hal yang disarankan antara lain:
Selain itu, peserta juga dianjurkan menjaga tekanan darah tetap stabil dan menghindari konsumsi obat tanpa anjuran dokter menjelang pemeriksaan laboratorium.
Kondisi tubuh yang prima dapat membantu peserta menghadapi seluruh rangkaian tes dengan lebih percaya diri.
Setelah seluruh tahapan SKT selesai, Kementerian Pertahanan akan mengirimkan hasil Seleksi Kompetensi Tambahan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk dilakukan pengolahan nilai.
Nilai akhir peserta nantinya merupakan hasil integrasi antara:
Peserta yang dinyatakan lolos adalah mereka yang memenuhi syarat SKT serta memiliki nilai Tes Potensi Kognitif tertinggi sesuai ketentuan seleksi.
Setelah dinyatakan lolos, peserta akan mengikuti pelatihan Manajerial dan Kompetensi Bidang yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama pihak terkait lainnya.
Pelatihan tersebut menjadi bekal penting sebelum peserta diterjunkan langsung mendampingi program Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah.
Berikut gambaran umum materi yang perlu dipelajari peserta:
Tes Mental Ideologi
Materi Wawancara
Uji Pemeriksaan Kesehatan
***