
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian masyarakat menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Setelah sempat dihentikan selama masa libur sekolah, banyak orang tua, siswa, hingga penerima manfaat lainnya mempertanyakan kapan layanan tersebut kembali berjalan.
Penghentian sementara distribusi MBG sempat memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Bahkan, beredar anggapan bahwa sejumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhenti beroperasi secara permanen.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari penyesuaian operasional selama libur sekolah.
Lantas, kapan MBG mulai lagi setelah libur sekolah 2026? Berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal resmi, alasan penghentian sementara, hingga mekanisme penyaluran kembali.
Menurut Badan Gizi Nasional, penghentian sementara dilakukan karena sebagian besar sekolah tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama libur semester.
Selain mengikuti kalender pendidikan nasional, masa jeda tersebut dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di berbagai daerah.
Evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas distribusi makanan, kesiapan operasional SPPG, hingga berbagai kendala yang ditemukan selama program berjalan.
Di sisi lain, penghentian sementara juga disebut berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, pernah menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp3 triliun.
Sejumlah akademisi juga menilai masa libur sekolah menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki tata kelola program sehingga pelaksanaannya pada tahun ajaran baru dapat berjalan lebih optimal.
Program Makan Bergizi Gratis dijadwalkan kembali beroperasi mulai Senin, 13 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar di sebagian besar sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.
Namun, jadwal tersebut dapat berbeda di beberapa daerah yang memiliki kalender pendidikan tersendiri. Sebagai contoh, Daerah Istimewa Yogyakarta dijadwalkan kembali menyalurkan MBG mulai 14 Juli 2026 karena menyesuaikan jadwal masuk sekolah di wilayah tersebut.
Oleh sebab itu, masyarakat disarankan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, sekolah, maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat apabila terdapat penyesuaian jadwal pelaksanaan.
Dengan dimulainya kembali layanan MBG, peserta didik serta kelompok penerima manfaat lainnya akan kembali memperoleh makanan bergizi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Setelah masa penghentian berakhir, seluruh proses distribusi MBG akan kembali dilakukan seperti sebelum libur sekolah.
Operasional SPPG yang sebelumnya ditutup sementara akan kembali dibuka untuk memproduksi dan mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat.
Distribusi makanan bergizi juga kembali menyasar sekolah-sekolah yang telah memulai kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, layanan bagi kelompok penerima manfaat lainnya akan kembali berjalan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Pemerintah berharap hasil evaluasi selama masa jeda dapat meningkatkan kualitas layanan, memperbaiki sistem distribusi, serta memastikan program berjalan lebih tepat sasaran pada periode berikutnya.
Melalui kebijakan tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi khawatir mengenai keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis karena penghentian yang dilakukan hanya bersifat sementara selama masa libur sekolah.***