Selasa, 24 Mei 2022

Membludak! Wisatawan di Pantai Widarapayung di Rapid Tes Antigen, Lokasi Wisata Lainnya Tunggu Giliran

Kepala Dishub Cilacap Tulus Wibowo, memantau Pelaku Perjalanan Wisata di Pantai Sodong (dok istimewa)

Pelaku perjalanan wisata yang masuk Kabupaten Cilacap terus dipantau oleh Dinas Perhubungan setempat. Hingga H+2 Idulfitri pelaku perjalanan didominasi oleh wisatawan lokal. Untuk mendeteksi penyebaran Covid, Satgas lakukan rapid antigen secara acak.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Dinas Perhubungan Cilacap Tulus Wibowo menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan pelaku perjalanan wisata, baik di perbatasan masuk Cilacap dan di tempat-tempat wisata dengan sampling rapid antigen di beberapa titik.

“Rapid sudah dilakukan di Widara Payung, hasilnya negatif Covid, besok kita lakukan di wilayah kota, yaitu Teluk Penyu dan Benteng Pendem, sampling sekitar 25 sasaran di setiap titik,” ujar Tulus Wibowo, Sabtu (15/05).

Baca juga  Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 29 April 2022

Tulus mengatakan, dari hasil pantauan pelaku perjalanan wisata yang dilakukannya dari Pantai Teluk Penyu hingga Pantai Jetis Nusawungu, didominasi oleh wisatawan lokal wilayah Banyumas Raya. Pihaknya belum menjumpai wisatawan dari luar wilayah tersebut.

“Saya monitor pelaku perjalanana wisata, ternyata cukup ramai, siang  di pantai Sodong dan Jetis mulai ramai, tadi pagi wilayah kota Cilacap masih sepi. nanti kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, jika diperlukan untuk rapid antigen di tempat wisata tersebut,” ujarnya.

Pemantauan di Pantai Widarapayung (dok istimewa)
Baca juga  TMMD Sengkuyung Kodim 0704 Banjarnegara, Buka Akses Jalan Warga Desa Petir

Tulus menambahkan, jumlah kendaraan pelaku perjalanan wisata sempat terpantau macet di wilayah menuju pantai Jetis Nusawungu. Ribuan kendaraan melintas dan menuju tempat wisata, baik roda dua maupun roda empat. Pihaknya sudah meminta kepada pengelola wisata agar merekayasa lalulintas di pintu keluar masuk tempat wisata, sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung.

“Protokol kesehatan sudah bagus, yang tidak bermasker dilarang masuk tempat wisata, namun di Jetis perlu ada rekayasa agar tidak menumpuk. Mudah-mudahan tidak ada ledakan Covid-19, karena Cilacap tidak ditutup, agar ekonomi bisa berjalan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengharapkan kepada masyarakat agar tidak euforia, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Serta tidak berkerumun dan tidak perlu mengunjungi seluruh tempat wisata.

Baca juga  Hebat, Cilacap Raih WTP ke Enam Kali Beruntun dari BPK

Sementara itu, untuk pemantauan di perbatasan Cilacap, petugas akan terus melakukan pendataan dan penyekatan kendaraan hingga tanggal 17 Mei 2021. Berdasarkan hasil pemantauan petugas, intensitas kendaraan menurun dan masih relatif stabil.

“Penumpang yang akan kembali ke Jakarta juga masih sedikit dari pantauan di terminal Kroya baru ada sekitar 10 orang,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Cilacap, tercatat ada sebanyak 370 kendaraan yang diputar balik di empat titik perbatasan masuk Cilacap yakni di Mergo Dayeuhluhur, Rawaapu Patimuan, Sampang dan Nusawungu. Putar balik diberlakukan sejak diberlakukan larangan mudik dari pemerintah.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini