
Sepakbola selalu menyajikan drama. Itu juga yang terjadi di gelaran Piala Dunia 2026. Memasuki babak 16 besar, berbagai kejutan terjadi. Mulai dari tumbangnya tim unggulan seperti Belanda, Jerman dan Brazil, hingga kontroversi kemenangan Argentina atas Mesir.
Laga Argentina melawan Mesir merupakan puncak drama di babak 16 besar. Mesir yang sudah unggul dua gol akhirnya harus menyerah dari Tim Tango dengan 3-2. Dipenuhi drama, intrik seperti protes keputusan wasit menjadi bumbu yang menaikkan adrenalin di pertandingan ini. Apapun ceritanya, sang juara bertahan Argentina dipastikan melenggang ke babak selanjutnya dan Mesir harus angkat koper.
Piala Dunia 2026 memang berbeda. Dari jumlah peserta sebanyak 48 negara, ini menjadi Piala Dunia dengan kontestan terbanyak dalam sejarah. Kendati demikian penambahan peserta merupakan hal yang wajar sejak kali pertama kali diselenggarakan di Uruguay tahunn 1930 yang hanya diikuti 13 peserta.
Jumlah peserta bertambah menjadi 16 negara di Piala Dunia Italia 1934 dan Perancis 1938. Jumlah peserta kembali berkurang menjadi 13 peserta di Piala Dunia 1950 selepas sempat terhenti selama 12 tahun akibat perang dunia II.
Piala Dunia ke-5 yang digelar di Swiss tahun 1954 menjadi titik balik. Selain pesertanya kembali menjadi 16 negara, format grup juga dipertahankan. Tim dibagi dalam empat grup dan dua tim teratas masing-masing grup lolos ke perempat final.
Peserta Piala Dunia Spanyol tahun 1982 bertambah menjadi 24 negara. Format ini bertahan hingga Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Mulai Piala Duni Perancis 1998, peserta bertambah menjadi 32 negara yang terbagi dalam delapan grup. Format ini bertahan hingga Piala Dunia Qatar 2022, karena dianggap ideal dan kompetitif.
Namun sejarah kembali tercipta di Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di tiga negara yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Dengan alasan animo yang besar dan kualitas tim sepakbola sejumlah negara di dunia kian pesat, membuat peserta ditambah menjadi 48 negara.Sejumlah negara menjadi peserta baru di turnamen yang memperebutkan piala dari Julius Rimet ini. Masing-masing Tanjung Verde, Jordania, Curacao dan Uzbekistan.
Kejutan serta drama telah terjadi mulai babak penyisihan di 12 grup. Selanjutnya juga di babak 32 besar dan 16 besar yang berakhir semalam. Kini tersisa delapan kesebelasan yang masuk delapan besar.
Pertandingan seru akan kembali terjadi di babak knock out memperebutkan tiket semifinal. Masing-masing antara Perancis melawan Maroko, Spanyol menghadapi Belgia, Norwegia menantang Inggris dan Argentina berhadapan dengan Swiss. Masih akan banyak drama dan kemungkinan terjadi. Sepakbola bukan matematika, karena tidak ada yang menjamin tim unggulan akan menang dengan mudah.
Memenangkan pertandingkan sepakbola bukan hanya penting bagi pemain, tetapi juga bagi pendukungnya. Keberhasilan kesebelasan yang didukung tidak hanya meningkatkan kegembiraan dan kebahagiaan, namun juga harga diri sosial. Selamat menikmati drama dan kejutan di Piala Dunia 2026. Tim mana yang menjadi jago anda menjadi kampium?