
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 kembali membawa berkah bagi pelaku UMKM di Banjarnegara. Salah satu yang merasakan dampak positifnya adalah perajin caping bambu asal Desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja, yang kebanjiran pesanan hingga ribuan buah untuk kebutuhan festival budaya tahunan tersebut.
Perajin bambu, Suwarso, mengaku menerima pesanan sebanyak 6.000 caping gunung yang akan digunakan dalam rangkaian Dieng Culture Festival 2026.
Pesanan dalam jumlah besar itu menghasilkan omzet sekitar Rp90 juta sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi para perajin bambu di desanya.
“Saat ini proses pengerjaan sudah sekitar 80 persen. Semua caping sudah selesai dianyam, tinggal proses penyablonan logo DCF dan tulisan Jazz di Atas Awan,” ujar Suwarso.
Ia menjelaskan, jumlah pesanan terus bertambah seiring mendekati pelaksanaan festival. Awalnya hanya 4.000 caping, kemudian meningkat menjadi 5.000, hingga akhirnya mencapai 6.000 buah.
Menurut Suwarso, tantangan terbesar dalam proses produksi bukan pada pembuatan anyaman bambu, melainkan saat penyablonan.
Permukaan caping yang tidak rata membuat proses pencetakan logo membutuhkan ketelitian tinggi agar hasilnya tetap rapi dan berkualitas.
Caping tersebut nantinya tidak hanya dikenakan peserta sebagai identitas acara, tetapi juga digunakan dalam kegiatan melukis caping serta menjadi pelindung dari terik matahari selama mengikuti festival.
Untuk memenuhi pesanan besar tersebut, Suwarso melibatkan 12 perajin bambu lokal. Seluruh bahan baku berasal dari bambu yang dipasok masyarakat sekitar Desa Kertayasa sehingga manfaat ekonominya turut dirasakan oleh warga.
Kepala Desa Kertayasa, Didi Setiawan, mengatakan kerajinan bambu merupakan salah satu sektor ekonomi unggulan di desanya.
Saat ini, Desa Kertayasa memiliki sekitar 800 perajin bambu yang memproduksi berbagai kerajinan, mulai dari caping, tampah, hingga peralatan rumah tangga.
“Kerajinan bambu merupakan potensi unggulan desa. Dengan adanya pesanan besar seperti ini, tentu sangat membantu meningkatkan pendapatan para perajin sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan pasar kerajinan dan pasar bambu lokal yang rutin beroperasi turut memperkuat ekosistem industri bambu di Desa Kertayasa.
Pemerintah desa berharap kolaborasi dengan berbagai agenda berskala nasional seperti Dieng Culture Festival terus berlanjut agar produk kerajinan lokal semakin dikenal masyarakat luas.
Pelaksanaan Dieng Culture Festival 2026 kembali membuktikan bahwa sektor pariwisata mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.
Ribuan pesanan caping yang dikerjakan perajin lokal menjadi bukti bahwa event budaya tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan produktivitas UMKM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing produk kerajinan tradisional Banjarnegara.
Dengan keterlibatan para perajin bambu lokal, DCF 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Jawa Tengah, tetapi juga menjadi momentum peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kreatif.