Selasa, 29 November 2022

Menikmati Tarian Ginting yang Menyayat Momota

Anthony Sinisuka Ginting. foto: NOC Indonesia

“Sangat, sangat cantik…permainan yang cerdas dari Ginting,” begitu kira-kira kekagumen komentator berbahasa Inggris melihat aksi Ginting menghajar Momota dengan tarian.

Anthony Sinisuka Ginting, petang tadi tak seperti olahragawan. Ginting tak seperti pebulutangkis. Dia lebih mirip seorang penari yang ke sana ke mari sembari menyayat kemampuan Kento Momota.

Kaki Ginting terlihat lentur ke sana ke mari. Dia seperti memiliki per di bawah kakinya.

Lihatlah Momota, bagaimana dia beberapa kali salah langkah. Lihatlah Momota yang jagoan Jepang itu menjatuhkan badan dan tetap gagal mengembalikan shuttlecock serangan Ginting.

Lihatlah, beberapa kali Ginting membuat Momota seperti macan ompong. Ginting menarik Momota ke kiri. Ketika Momota mampu mengembalikan shuttlecock dan bergerak ke tengah, Ginting langsung kembali menempatkan shuttlecock ke kiri. Momota mati langkah.

Saat bermain net, Ginting lincah melambungkan shuttlecock melampaui jaring tengah itu. Ketika Momota harus melambungkan shuttlecock lebih tinggi, di situlah Ginting menghajar shuttlecock hingga Momota kembali hanya bisa melongo.

Singkat kata, set pertama menjelaskan bagaimana Momota hanya menguber angin. Ginting menang 21-13. Ginting seperti menemukan senjatanya yang hilang entah ke mana di babak grup.

Di set kedua, Kento memegang kendali dan Ginting kalah 14-21. Tapi di set ketiga, Ginting kembali menari. Gerakan indahnya tak terbendung. Bahkan, Ginting sempat unggul jauh 9-2.

Berkali kali smash Ginting membuat Momota seperti macan ompong, melongo melihat ruang permainanya ditusuk shuttlecock serangan Ginting.

Di set ketiga, Momota seperti kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dia beberapa kali terlalu jauh menempatkan shuttlecock hingga keluar dari daerah kekuasaan Ginting. Out!

Momota Ulet

Angka demi angka mudah didapatkan Ginting. Tapi, Momota kemudian bangkit ketika angka dua miliknya terus melaju. Ginting dalam tekanan ketika Momota sampai 8 poin dan Ginting 15 poin.

Momota terus melaju sampai 11 poin. Momota memperlihatkan bagaimana dia ulet dan tak mau menyerah. Tapi Ginting tetap tenang. Dia bisa keluar dari tekanan dan mengalahkan Momota 21-12 di set ketiga. Selain Ginting, dua nomor lain mendapatkan kemenangan. Indonesia pun mengalahkan Jepang 3-2 dan berhak lolos ke final. Di final Indonesia akan melawan India pada Minggu 15 Mei 2022 mulai pukul 13.00 WIB.

Berita Terpopuler

Berita Terkini