BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Finalis Kakang Mbekayu Banjarnegara 2026 tengah menjalani masa karantina. Selama karantina, mereka mendapat berbagai materi sebagai bekal menjalankan tugas sebagai duta wisata Kabupaten Banjarnegara.
Rangkaian karantina tidak hanya berisi pelatihan mengenai kepariwisataan. Para finalis juga memperoleh pembinaan yang menitikberatkan pada pengembangan karakter, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga penguatan mental.
Bekal tersebut akan membentuk pribadi yang siap menjadi wajah Banjarnegara dalam berbagai kesempatan, baik di tingkat daerah maupun luar daerah.
Sebenarnya, sebelum karantina, seluruh finalis juga telah mengikuti pembekalan mengenai self-awareness atau kesadaran diri.
Materi ini menjadi salah satu fondasi penting agar peserta mampu mengenali potensi, memahami kekuatan dan kelemahan diri, sekaligus menentukan arah pengembangan diri selama mengikuti ajang Kakang Mbekayu.
Profil Kakang Mbekayu 2026 secara Umum
Fadhila Wulandari atau Bunda Wulan, mentor Kakang Mbekayu sejak 2015, memberikan pandangannya mengenai profil finalis tahun ini.
Menurutnya, dari tahun ke tahun, profil finalis memiliki irisan yang sama, yakni anak-anak muda yang telah terpilih di entitasnya masing-masing, baik di tingkat sekolah, perguruan tinggi, organisasi, maupun sebagai perwakilan kecamatan di Banjarnegara.
Keberagaman latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan tersendiri. Para finalis membawa pengalaman, kemampuan, dan karakter yang berbeda-beda sehingga dapat saling melengkapi selama proses pembinaan.
Hal ini menjadi modal penting dalam menciptakan duta wisata yang mampu beradaptasi dengan berbagai situasi sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Tentu, anak-anak muda tersebut memiliki keistimewaan dan talenta khusus. Ditambah lagi, mereka mempunyai kepercayaan diri dan prestasi yang telah dibuktikan di bidang masing-masing.
“Di materi saya, saya mengajak para peserta buat lebih kenal otentifikasi mereka, agar mereka tahu positioning-nya. Kemudian, di mana titik mereka sekarang dan bagaimana caranya scale up mental, softskill, dan hardskill untuk bermanfaat. Membangun belief menjadi The Best Version menurut Yang Menciptakan,” ujar Bunda Wulan.
Menurutnya, dari tahun ke tahun profil finalis memiliki irisan yang sama, yaitu anak-anak muda terpilih di entitasnya masing-masing, baik level sekolah, kampus hingga perwakilan kecamatan di Banjarnegara.
Tentu, anak-anak muda tersebut memiliki keistimewaan dan talenta khusus. Ditambah lagi, mereka mempunyai kepercayaan diri dan berprestasi.
Pesan Mentor Kakang Mbekayu Banjarnegara 2026
Selain itu, Bunda Wulan menambahkan bahwa Duta Wisata merupakan sebuah role atau peran yang memiliki batas waktu.
Gelar tersebut dapat disematkan kepada finalis terpilih karena mereka memiliki nilai atau value yang layak menjadi teladan.
“Nah, yang perlu dikuatkan oleh siapapun yang terpilih adalah terus kuatkan jati dirinya melalui value atau nilai-nilai kebaikan yang diyakini. Tak cukup hanya diyakini, tapi tercermin melalui sikap sehari-hari dan tanggung jawab mengemban amanah setelahnya. Insyaallah, mereka mesti siap menjadi ‘Duta Seumur Hidup’, yaitu orang yang terjaga value kebaikannya selamanya,” ungkap Bunda Wulan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas seorang Kakang Mbekayu tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir.
Nilai-nilai yang ditanamkan selama proses seleksi dan karantina diharapkan tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari.
jadi, para alumni mampu terus berkontribusi bagi kemajuan pariwisata, budaya, dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Banjarnegara.
Dengan demikian, keberadaan Kakang Mbekayu tidak hanya menjadi simbol promosi daerah, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menginspirasi masyarakat.***