
SERAYUNEWS – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan bergengsi Satyalancana Pembangunan 2025.
Ini adalah tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada individu yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan bangsa di bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun bidang strategis lainnya.
Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada Cecep Supriyatna yang saat itu menjabat Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap dalam seremoni di Jakarta, Rabu (7/5/2026).
General Manager Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata kehadiran pekerja Pertamina dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi kilang.
“Semoga dengan pencapaian penghargaan bergengsi ini semakin memperluas jangkauan manfaat bagi terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujar Wahyu.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menjelaskan penghargaan Satyalancana Pembangunan diraih melalui program unggulan Desa Energi Berdikari (DEB) di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap.
Program ini menghadirkan solusi energi berkelanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang memadukan energi angin dari kincir angin dan energi matahari melalui panel surya.
Pengembangan program dimulai dengan pilot project Hybrid Energy One Pole (HEOP) pada 2018. Selanjutnya pada 2020 dikembangkan PLTH Energi Mandiri Tenaga Surya & Angin (E-Mas Bayu), pilot project Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mbak Mina), hingga pelatihan pengelolaan tambak dan pengolahan hasil tambak bagi masyarakat setempat.
Tidak berhenti di sektor energi, Pertamina juga menghadirkan Instalasi Sistem Desalinasi Berbasis Masyarakat (Sidesi) sebagai solusi akses air bersih, penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan early warning system rob flood, hingga menjadikan Dusun Bondan sebagai Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2023.
Hingga akhir 2023, Program Desa Energi Berdikari berhasil menghasilkan energi terbarukan sebesar 324.039 Wp tenaga surya, 609.000 m3 per tahun gas metana, 16.500 Wp energi hibrid matahari dan angin, 28.000 watt mikro hidro, serta 6.500 liter per tahun biodiesel. Program ini juga mampu menurunkan emisi karbon sebesar 729.127 ton Co2eq setiap tahun.
Dampak nyata program dirasakan langsung masyarakat Dusun Bondan. Sebanyak 78 Kepala Keluarga (KK) menikmati akses listrik selama 24 jam, ketersediaan air bersih mencapai 720 liter/hari, serta sistem peringatan dini rob flood yang membantu meminimalisasi kerugian hasil tambak warga.
Diketahui, Cecep Supiryatna berperan penting dalam mendorong program DEB Dusun Bondan bersama PCP Exterminator yang beranggotakan, Aldila Maretta (Sustainability Business), Andikta DH (Business Continuity), Ardhika AK (Produksi III), Aditya Anung DN (Risk Management), Banyu Nurinsan P. (MPS), M. Yusup (TA), dan Wahyu Primajati (MPS).
Penghargaan Satyalancana Pembangunan menjadi penegas komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap dalam menghadirkan inovasi sosial berbasis energi berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir secara berkelanjutan.