Selasa, 24 Mei 2022

Meski Dibantai di Piala AFC, Sepak Terjang Kiper Timnas Putri Indonesia yang Berasal dari Banjarnegara Ini Tetap Disanjung

Fani penjaga gawang timnas putri. (dok Fani)

Meski performa seluruh pemain mendapat sorotan, tapi sosok penjaga gawang kesebelasan timnas putri Indonesia yang berlaga di Piala AFC Women yang mendapat perhatian lebih. Betapa tidak, dalam dua laga terakhir, gawang Indonesia kebobolan besar-besaran.


Banjarnegara, Serayunews.com

Saat melawan kesebelasan Autralia, timnas putri Indonesia kebobolan 18 kali. Kemudian pada saat menjamu Thailand, penjaga gawang Garuda Pertiwi juga kebobolan 4-0.

Meski kalah telak dalam dua laga perdana, tim Garuda Pertiwi tetap memiliki potensi untuk berkembang lebih pesat lagi. Terlebih laga ini merupakan yang pertama bagi timnas putri, setelah 33 tahun absen di ajang Piala Asia wanita.

Baca juga  Tanah Bergerak di Sumpiuh Banyumas, Satu Musala dan 10 Rumah Terdampak

Saeful Fadli, pelatih pertama Fani, penjaga gawang Garuda Pertiwi yang ternyata berasal dari Banjarnegara menilai, laga melawan Autralia tidak bisa menjadi acuan. Secara kualitas permainan, timnas putri Indonesia sudah kalah segalanya.

Tapi menurut dia, kekalahan itu bukanlah aib baginya selaku orang yang pertama melatih Fani dalam bermain bola.

Menurutnya, wajar jika Australia unggul segalanya. Selain ada kompetisi rutin sepakbola wanita di negaranya, sejumlah pemain mereka juga banyak yang sudah merumput di kompetisi sepak bola wanita Eropa.

“Bagi saya itu wajar, apalagi Australia merupakan semifinalis Olimpiade dan mereka calon tuan rumah Piala Dunia. Indonesia sendiri, Piala AFC kali ini merupakan pertama kali setelah 33 tahun,” katanya.

Baca juga  Ini Pesan Sekda Banyumas untuk ASN yang Mudik

Dikatakannya, perubahan juga sangat dirasakan saat laga kedua melawan Thailand. Anak didiknya yang kini masih terdaftar sebagai siswa di MAN 2 Banjarnegara itu, mulai menunjukkan kualitasnya. Meski gawangnya sudah kebobolan 2 gol, Fani sukses menggagalkan banyak peluang tim lawan sebelum akhirnya harus keluar lapangan karena mengalami cidera pada lutut kiri.

“Secara pribadi, kami cukup bangga dengan perkembangan Fani. Bisa dilihat saat laga melawan Thailand, apalagi usianya belum genap 19 tahun dan sudah menjadi penjaga gawang utama bagi timnas senior putri,” ujarnya.

Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong menilai, bahwa upaya dan perkembangan Fani sangat luar biasa. Dia meyakini Fani masih memiliki peluang dan kesempatan, untuk menjadi lebih baik lagi. Bahkan tidak menutup kemungkinan, dia bisa bermain di klub Eropa.

Baca juga  Tergeletak di Pinggir Jalan, Kakek 65 Tahun di Purbalingga ini Ternyata Sedang Mabuk Berat

“Kami masih memiliki keyakinan itu.” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini