
Mitos adalah bagian yang melekat di daerah Jawa. Mitos ini dipercayai turun-temurun. Tentu saja, yang namanya mitos kadang susah dinalar, tapi itulah kepercayaan dan keyakinan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Banyumas sebagai bagian dari Jawa, juga memiliki beberapa mitos yang dipercayai. Salah satunya adalah terkait ibu hamil. Ada beberapa mitos yang berupa pantangan dan ada juga yang berupa “kewajiban”. Tulisan ini menukil dari penelitian Astiana Ajeng Rahadini dan Rahmat yang berjudul “Philosophical meaning of the myth of pregnant and nursing mothers at Dawuhan village, Banyumas” yang terbit pada 2018.
Mitos pantangan bagi ibu hamil salah satunya adalah dilarang menutup lubang. Menutup lubang yang dimaksud adalah lubang kecil seperti lubang semut, lubang di pintu, dan lubang ventilasi. Jadi, ada mitos yang berkembang bahwa wanita hamil jangan menutup lubang-lubang kecil tersebut.
Mitos ini berkaitan dengan keyakinan bahwa jika menutup lubang akan berdampak pada ibu hamil tersebut. Maknanya adalah akan mempersulit kelahiran karena jalan tertutup sebagai dampak dari tindakan ibu hamil yang menutup lubang kecil.
Mitos yang lain adalah bahwa ibu hamil dilarang memakan pisang dempet. Keyakinannya adalah jika makan pisang dempet akan memiliki anak kembar siam. Mitos lainnya adalah ibu hamil perlu membawa senjata atau alat.
Ada yang memaknai senjata itu dengan membawa gunting. Jadi ibu hamil diminta membawa gunting. Konon, mitos itu berkeyakinan bahwa gunting bisa mengusir makhluk halus atau agar tidak diganggu makhluk halus. Keyakinan soal gunting itu sepertinya memang tak hanya di Banyumas. Di beberapa daerah lain di Jawa, ada masyarakat yang percaya bahwa mahkluk halus takut dengan gunting.
Selain gunting, ada yang memaknai mitos ini dengan membawa bawang merah di pakaian ibu hamil. Jadi ibu hamil membawa bawang merah yang ditambal di pakaian. Maknanya sama dengan membawa gunting, yakni untuk mengusir makhluk halus.
Dalam konteks yang rasional, membawa senjata bagi ibu hamil dimaknai sebagai aksi jaga-jaga jika tiba-tiba ada hal yang tak diinginkan. Misalnya, ada ancaman dan sebagainya. Sebab, ibu hamil sejatinya sedang “membawa” nyawa lain.
Mitos-mitos memang berkembang di banyak tempat. Bukan hanya di Jawa, tapi juga daerah lain di Indonesia. Bahkan, di luar negeri pun mitos masih menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Bahkan, ada juga mitos yang bersifat universal, apa itu?
Jika kau main sepak bola dan gawang lawanmu sulit dibobol, maka dikencingi saja gawangnya, nanti mudah dibobol. Mito situ tak hanya di Indonesia, tapi juga di banyak negara lain, seperti di benua Afrika.
Referensi:
Astiana Ajeng Rahadini dan Rahmat: Philosophical meaning of the myth of pregnant and nursing mothers at Dawuhan village, Banyumas.