
SERAYUNEWS– Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana melantik Mohammad Arief Irwanto sebagai Pj Bupati Cilacap. Arief menggantikan Awaluddin Muuri yang mengundurkan diri karena akan maju di Pilkada Cilacap 2024.
Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pj Bupati Cilacap ini, digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja (kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah) pada Sabtu (10/8/2024).
Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pj Bupati Cilacap turut dihadiri para Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat, mantan Pj Bupati Awaluddin Muuri, para pejabat Pemkab Cilacap di antaranya para, Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat dan pimpinan BUMD.
Sebelum menjabat Pj Bupati Cilacap menggantikan Awaluddin Muuri, Mohammad Arief Irwanto menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah.
Pj Bupati Cilacap terlantik ini akan menjabat di Pemerintahan Kabupaten Cilacap sampai adanya Bupati Cilacap definitif yang akan dipilih pada proses Pilkada serentak yang digelar pada tanggal 27 November 2024.
Sebelumnya, Awaluddin Muuri berharap agar Pj Bupati penggantinya dapat meneruskan 10 program kerja Pj Bupati Cilacap.
“Mudah mudahan dengan Pj yang baru, akan bisa melanjutkan bahkan mungkin lebih cepat, terkait bagaimana menghadapi Pilkada, stunting, termasuk inflasi yang setiap minggu dipantau oleh Mendagri. Dan hal-hal lain, UMKM, kemiskinan mudah mudahan bisa melanjutkan dengan baik,” ujar Awaluddin.
Padahal 10 Program Kerja Pj Bupati Cilacap ditargetkan dapat terealisasi dalam kurun waktu 1 tahun masa jabatan Pj Bupati yang dilantik sejak 20 November 2023 lalu. Namun baru berjalan 8 bulan, Awaluddin mengajukan pengunduran diri sebagai Pj Bupati karena akan maju Pilkada Cilacap 2024.
Adapun untuk 10 Program Kerja Pj Bupati Cilacap yaitu Optimalisasi Manajemen Organisasi dan SDM Aparatur, Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Sukses Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Pengendalian Inflasi dan Ketersediaan Pangan.
Kemudian Penanganan Kemiskinan dan Stunting, Peningkatan Pendapatan Asli Daerah, Pemberdayaan UMKM, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Peningkatan Investasi Daerah, Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Peningkatan Infrastruktur dari Tingkat Desa.