
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Festival Gunung Slamet (FGS) 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik yang menghibur, tetapi juga menyuguhkan momen romantis yang menyita perhatian para pengunjung.
Suasana hangat tercipta dalam rangkaian acara Akustik Kabut Lembut ketika seorang penonton melamar sang kekasih tepat saat lagu “Akad” diputar di atas panggung.
Momen tersebut berlangsung di tengah konser dan langsung mengundang sorak sorai para penonton.
Banyak pengunjung yang menghentikan aktivitasnya untuk menyaksikan prosesi lamaran tersebut.
Suasana yang semula dipenuhi alunan musik berubah menjadi penuh haru ketika sang kekasih menerima lamaran yang disampaikan di hadapan banyak orang.
Pria yang melakukan lamaran diketahui bernama Nur Fa’iq Musyaffa atau akrab disapa Paiq, 24 tahun, warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah.
Dalam wawancaranya, Paiq mengungkapkan bahwa keputusan melamar di tengah konser berangkat dari keyakinannya bahwa seorang laki-laki harus berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
“Pada dasarnya lelaki itu usaha, sedangkan untuk mencapai suatu tujuan yaitu mengusahakan. Inspirasinya dari diri sendiri yang selalu butuh afirmasi atau pengakuan dari diri kita atau orang lain. Sepertinya melamar di sebuah konser itu ide yang menarik, di mana banyak orang yang tidak saling kenal jadi ikut merayakan dengan momen yang epik dan tentunya penuh adrenalin” ujarnya.
Ia juga mengaku sengaja memanfaatkan euforia penonton yang sedang menikmati pertunjukan musik. Momen lamaran itu telah dipersiapkan ketika lagu favoritnya dari Parade Hujan berjudul “Akad” mulai dinyanyikan.
“Memanfaatkan euforia penonton, menyiapkan di lagu favorit Parade Hujan, Akad'” katanya.
Lamaran yang dilakukan di tengah konser tersebut akhirnya diterima oleh sang kekasih. Bagi Paiq, pengalaman itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya.
Ia mengaku sempat merasakan ketegangan karena harus mengungkapkan perasaannya di depan banyak orang. Namun, semua rasa gugup itu terbayar setelah sang kekasih menerima lamarannya.
“Perasaannya butuh keberanian buat ungkapkan diperlihatkan banyak orang dan pastinya suka banget, karena di luar ekspektasi. Banyak ucapan selamat dan doa-doa yang terucap dari strangers atau penonton untuk hubungan kita berdua,” ungkapnya.
Respons hangat dari para pengunjung membuat momen tersebut terasa semakin berkesan. Tepuk tangan, sorakan, hingga ucapan selamat dari para penonton menjadi bagian dari kebahagiaan yang dirasakan pasangan tersebut.
Sosok Nur Fa’iq Musyaffa
Di balik momen romantis tersebut, Paiq merupakan sosok yang menjalani aktivitas sehari-hari sebagai karyawan di sebuah perusahaan distributor elektronik.
Ia bekerja dari Senin hingga Jumat, sedangkan akhir pekan dimanfaatkan untuk meluangkan waktu bersama keluarga dan calon pendamping hidupnya.
Selain itu, pria asal Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah tersebut juga memiliki hobi bersepeda dan menikmati waktu santai dengan ngopi.
Momen lamaran di Akustik Kabut Lembut Festival Gunung Slamet 2026 menjadi salah satu peristiwa yang menarik perhatian para pengunjung.
Diiringi lagu “Akad” dan disaksikan banyak orang yang sebelumnya tidak saling mengenal, prosesi tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi pasangan tersebut.