
SERAYUNEWS – Jembatan Serayu di Kabupaten Banyumas resmi ditutup total mulai Senin (15/6/2026). Penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan perbaikan struktur jembatan yang diperkirakan berlangsung selama 45 hari hingga 30 Juli 2026.
Sebagai salah satu jalur penting penghubung wilayah Banyumas dan sekitarnya, penutupan Jembatan Serayu diperkirakan akan berdampak pada arus lalu lintas harian.
Karena itu, Dinas Perhubungan bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan selama masa perbaikan berlangsung.
Penutupan total mulai diberlakukan sejak Senin, 15 Juni 2026. Selama proses renovasi berlangsung, seluruh kendaraan tidak diperbolehkan melintas di atas Jembatan Serayu.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan dan memperhatikan rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan guna menghindari kemacetan maupun keterlambatan perjalanan.
Bagi kendaraan berat, truk, maupun bus antarkota, pemerintah telah menetapkan dua jalur alternatif utama yang dapat digunakan selama penutupan berlangsung.
Jalur tersebut dipilih karena dinilai mampu menampung volume kendaraan besar yang sebelumnya melintas melalui Jembatan Serayu.
Sementara itu, kendaraan pribadi dan kendaraan kecil diarahkan melalui jalur:
Pengendara diimbau mengikuti petunjuk lalu lintas yang telah dipasang di sejumlah titik strategis selama masa penutupan berlangsung.
Sebelum menerapkan penutupan total, pemerintah terlebih dahulu melakukan uji coba rekayasa lalu lintas pada Jumat (12/6/2026).
Uji coba dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu:
Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur dampak pengalihan arus kendaraan sekaligus mengevaluasi efektivitas jalur alternatif yang telah disiapkan.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Banyumas, Mufti Hakim, mengatakan hasil uji coba menjadi bahan evaluasi penting sebelum penutupan total diberlakukan.
“Uji coba ini bertujuan untuk memastikan seluruh skema pengalihan arus dapat berjalan efektif saat penutupan total mulai diberlakukan,” ujar Mufti Hakim.
Menurutnya, hasil evaluasi dari uji coba tersebut telah digunakan untuk menyempurnakan pengaturan lalu lintas di lapangan sehingga dampak penutupan Jembatan Serayu terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Pemerintah berharap rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus mendukung proses perbaikan Jembatan Serayu hingga selesai pada akhir Juli 2026.