
SERAYUNEWS – Kawasan wisata Puncak Bogor kembali menjadi tujuan favorit masyarakat saat libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Lonjakan jumlah kendaraan membuat pihak kepolisian menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran arus perjalanan.
Kebijakan tersebut meliputi penerapan sistem ganjil genap serta pengaturan lalu lintas satu arah atau one way pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang diperkirakan meningkat selama periode libur panjang.
Wisatawan yang berencana berkunjung ke kawasan Puncak disarankan memahami jadwal dan aturan yang berlaku agar perjalanan tetap nyaman dan tidak terhambat antrean panjang.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurangi risiko kemacetan serta menjaga keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, kebijakan ini bertujuan menciptakan kenyamanan bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan di kawasan Puncak.
Pengendara diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terbaru sebelum berangkat. Penyesuaian waktu perjalanan, memastikan kesesuaian pelat nomor kendaraan dengan tanggal, serta mematuhi arahan petugas di lapangan menjadi langkah penting untuk menghindari hambatan perjalanan.
Selain mengikuti aturan lalu lintas, masyarakat juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan berkendara.
Menjaga jarak antar kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dapat membantu mencegah kecelakaan selama perjalanan.
Berdasarkan informasi resmi dari Satlantas Polres Bogor, kebijakan ganjil genap mulai diberlakukan sejak pukul 06.00 WIB.
Aturan tersebut berlaku bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak menuju kawasan wisata Puncak.
Pemberlakuan sistem ini disesuaikan dengan kalender libur nasional serta cuti bersama Imlek yang menyebabkan volume kendaraan meningkat signifikan.
Aparat kepolisian menjelaskan bahwa sistem ganjil genap menjadi langkah awal untuk mengurangi kepadatan kendaraan sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas lanjutan.
Selain itu, kebijakan ganjil genap tidak hanya berlaku pada satu hari saja, melainkan diterapkan selama periode libur panjang, mulai Sabtu hingga Selasa.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan jadwal perjalanan sejak awal agar tidak mengalami kendala di perjalanan.
Penerapan ganjil genap mengikuti ketentuan regulasi transportasi yang mengatur kesesuaian nomor kendaraan dengan tanggal perjalanan.
Pada tanggal genap, hanya kendaraan dengan pelat nomor genap yang diizinkan melintas menuju Puncak.
Sebaliknya, kendaraan dengan pelat nomor ganjil akan diminta untuk memutar balik di titik pemeriksaan yang telah disediakan.
Petugas kepolisian melakukan pengawasan di sejumlah lokasi strategis seperti Simpang Gadog hingga Simpang Empat Tugu Lampu Gentur di wilayah Kabupaten Cianjur. Kebijakan pembatasan ini hanya berlaku untuk arus kendaraan menuju kawasan Puncak.
Sementara kendaraan yang bergerak turun menuju arah Jakarta tidak dikenakan aturan ganjil genap sehingga arus balik relatif lebih lancar.
Langkah ini dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara selama libur panjang.
Selain kebijakan ganjil genap, sistem one way atau satu arah juga diterapkan sebagai strategi utama dalam mengurai kemacetan. Namun, penerapan sistem ini bersifat situasional dan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Biasanya, sistem satu arah menuju Puncak diberlakukan mulai pukul 07.00 hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Pada periode tersebut, kendaraan dari arah Jakarta dan Bogor diprioritaskan untuk melaju menuju kawasan wisata Puncak, sementara kendaraan dari arah Cianjur akan dihentikan sementara.
Setelah arus kendaraan menuju Puncak mulai berkurang, sistem one way akan dialihkan untuk arus turun menuju Jakarta atau Ciawi.
Rekayasa lalu lintas ini umumnya diberlakukan mulai pukul 12.30 hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, durasi penerapan bisa diperpanjang apabila kepadatan kendaraan masih terjadi, terutama pada puncak arus liburan.
Dengan mematuhi kebijakan ganjil genap serta memahami jadwal penerapan sistem one way, masyarakat dapat mengatur waktu keberangkatan secara lebih efektif.
Perencanaan perjalanan yang matang tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.***