Rabu, 25 Mei 2022

Ngeri, Longsoran Bebatuan Besar Menutup Jalan di Perbukitan Sirau Siregol Purbalingga

Bebatuan menutup jalan penghubung Kramat-Sirau, akibat terjadi longsor sejak Selasa sampai Rabu pagi. Foto Amin

Sepanjang musim hujan, wilayah Perbukitan Sirau-Siregol selalu mengancam. Longsor rutin terjadi di wilayah Karangmoncol ini. Belum genap dua bulan, kawasan yang dijadikan objek wisata ini kembali mengalami tanah longsor. Tak hanya material lumpur, bahkan bebatuan pun berguguran.


Purbalingga, serayunews.com

Hujan deras yang turun pada, Selasa (06/04/2022) lalu, menyebabkan wilayah Sirau kembali tertimpa longsor. Bahkan longsor kali ini dinilai lebih parah dibanding sebelumnya. Material batu besar, berguguran menutup akses jalan.

Baca juga  Peduli Nelayan di Masa Paceklik, Pertamina Cilacap Salurkan 6 Ton Beras

“Longsor mulai terjadi pukul 19.00 WIB, karena sejak pukul 15.00 WIB hujan deras mengguyur ruas jalan itu,” kata masyarakat setempat, Hendri SutrisnoSutrisno, Rabu (06/04/2022).

Akibat peristiwa itu, jalur Kramat-Sirau kembali lumpuh. Ruas jalan tertutup bebatuan besar. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas.

“Tidak ada akses lagi untuk kendaraan roda empat maupun roda dua, semua tertutup material longsor,” katanya, Rabu (6/4).

Padahal jalan tersebut menjadi akses warga, termasuk dalam urusan perekonomian. Imbasnya, kegiatan masyarakat menjadi terhambat. Setidaknya ada belasan titik longsor sepanjang jalur.

Baca juga  Soal Mudik, Ganjar Bicara Siaga dan Pamer Kuliner

“Kondisi longsor saat ini lebih parah dari beberapa bulan sebelumnya. Harapannya,pihak terkait segera turun tangan, minimal membuka akses jalan utama itu,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini