Kamis, 21 Oktober 2021

Ngopi Bareng Untuk Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama di Banjarnegara, Begini Ceritanya

Tokoh lintas agama dan Plh Bupatin Banjarnegara Syamsudin sedang menggelar acara forum diskusi bertema Ngobrol Perkara Iman. (Maula)

Banyak cara dilakukan untuk menyatukan antar umat beragama, termasuk dengan gerakan Ngopi (Ngobrol Perkara Iman) bareng tokoh lintas agama yang dilakukan plh Bupati Banjarnegara Syamsudin di Joglo Ponpes Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara, Sabtu (25/9/2021) malam.


Banjarnegara, serayunews.com

Obrolan santai para tokoh lintas agama bersama dengan plh bupati ini membahas terkait kerukunan umat beragama serta keterlibatan semua pihak dalam percepatan penanganan Covid 19 serta menciptakan iklim kondusivitas di Kabupaten Banjarnegara.

Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin mengapresiasi adanya kegiatan Ngopi ini. Dia menyampaikan pertemuan seperti ini penting untuk menjaga komunikasi antar pemerintah, tokoh lintas agama dan masyarakat.

“Dalam forum ini berkumpul semua tokoh lintas agama di Banjarnegara. Semoga dengan bentuk komunikasi seperti ini bisa mempererat rasa persatuan dan kesatuan kita,” katanya.

Syamsudin menilai untuk mewujudkan visi Banjarnegara bermartabat dan sejahtera tidak bisa lepas dari peran para tokoh agama. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, diperlukan dukungan dari semua pihak, khususnya para tokoh lintas agama untuk membina masyarakat sehingga nuansa perdamaian di Banjarnegara bisa diwujudkan.

“Para tokoh agama berperan mendidik masyarakat untuk selalu menjaga persaudaraan, saling tolong menolong dan membantu,” katanya.

Pada kesempatan ini Syamsudin juga mengharapkan peran para tokoh agama untuk selalu mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat pandemi Covid 19 masih ada.

“Pandemi ini nyata, masyarakat jangan abai. Para tokoh agama mohon untuk tidak jemu mengingatkan akan pentingnya prokes,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu tokoh lintas agama sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin KH Muhammad Chamzah Hasan menyampaikan perbedaan adalah sunatullah, sudah digariskan oleh sang Maha Pencipta. Upaya manusia adalah bagaimana menjaga perbedaan itu agar tidak menjadi masalah bahkan konflik.

“Pertemuan seperti ini harus digelorakan terus, sehingga perbedaan bisa dikelola agar tidak menimbulkan konflik,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar manusia hidup itu tidak egois dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Baginya perbedaan menjadi sebuah hikmah, melatih sikap tenggang rasa dan empati kepada orang lain.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini