
SERAYUNEWS- Umat Islam di seluruh penjuru dunia menyambut Bulan Suci Ramdan dengan penuh suka cita. Memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah, aktivitas ibadah harus terus ditingkatkan, mulai dari puasa, tarawih, hingga sedekah.
Niat puasa Ramadan 1 bulan penuh menjadi salah satu topik hangat saat momen bulan suci Ramadhan. Namun, satu pertanyaan kerap muncul: apakah niat puasa Ramadhan harus dibaca setiap malam, atau bisa dilakukan cukup sekali di awal bulan?
Melansir berbagai sumber, berikut artikel ini mengulas lengkap hukum, dalil, bacaan niat puasa Ramadhan sebulan penuh, hingga perbedaan pendapat ulama empat mazhab secara ringkas dan mudah dipahami.
Dalam fikih Islam, niat merupakan rukun utama ibadah. Tanpa niat, puasa tidak sah. Karena itu, para ulama sepakat bahwa puasa Ramadhan wajib diawali dengan niat.
Mayoritas umat Islam Indonesia mengikuti mazhab Syafi’i. Dalam mazhab ini, niat puasa wajib dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar. Hal ini merujuk pada penjelasan ulama besar mazhab Syafi’i, seperti yang diterangkan oleh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’.
Beliau menegaskan bahwa puasa wajib, termasuk Ramadhan, qadha, dan nazar, harus disertai niat di malam hari berdasarkan hadis Nabi SAW:
“Barang siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
Artinya, niat puasa Ramadhan menurut mazhab Syafi’i harus diperbarui setiap malam.
Meski sepakat soal wajibnya niat, para ulama berbeda pandangan dalam teknis pelaksanaannya.
1. Pendapat Mazhab Syafi’i
Mazhab Syafi’i mewajibkan niat setiap malam selama bulan Ramadhan. Jika seseorang lupa berniat hingga terbit fajar, maka puasanya dianggap tidak sah.
2. Pendapat Mazhab Maliki
Berbeda dengan itu, mazhab Maliki membolehkan niat puasa Ramadhan dibaca sekali saja pada malam pertama untuk satu bulan penuh. Pendapat ini bersumber dari ijtihad Imam Malik yang memandang puasa Ramadhan sebagai satu kesatuan ibadah yang dilakukan terus-menerus.
Pendapat ini dijelaskan pula oleh ulama Maliki seperti Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi dalam kitab al-Taj wa al-Iklil. Ia menegaskan bahwa ibadah yang wajib dilakukan secara berkelanjutan (seperti Ramadhan) cukup dengan satu niat di awal.
Pandangan ini juga diperkuat oleh Ibnu Rusydi yang menjelaskan bahwa niat tunggal tetap berlaku selama tidak ada niat untuk membatalkan puasa di tengah jalan.
Meski mayoritas masyarakat Indonesia bermazhab Syafi’i, praktik membaca niat puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan cukup lazim dilakukan.
Salah satu ulama pesantren yang menjelaskan hal ini adalah KH A Idris Marzuqi, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Dalam kitab Sabil al-Huda, beliau menyarankan membaca niat puasa sebulan penuh sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyat), terutama jika suatu saat lupa berniat di malam hari.
Namun, beliau tetap menegaskan bahwa niat harian sebaiknya tetap dilakukan.
Artinya, niat sebulan penuh berfungsi sebagai “pengaman” jika lupa, bukan untuk menggugurkan kewajiban niat harian menurut mazhab Syafi’i.
Berikut lafal niat puasa 1 bulan penuh menurut pendapat mazhab Maliki:
Teks Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Teks Latin:
Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Untuk niat puasa yang dibaca setiap malam, berikut lafalnya:
Teks Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Teks Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Waktu membaca niat puasa wajib adalah pada malam hari, yaitu sejak terbenamnya matahari (Maghrib) hingga sebelum fajar (Subuh).
Jika niat dilakukan setelah fajar, maka puasa wajib tidak sah menurut mayoritas ulama.
Pertanyaan lain yang sering muncul: bagaimana jika seseorang tidak bisa berpuasa di hari pertama, misalnya karena haid?
Menurut mazhab Maliki, selama masih dalam bulan Ramadhan, seseorang tetap boleh membaca niat puasa sebulan penuh ketika sudah mulai berpuasa. Alasannya, Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh.
Namun, tetap dianjurkan memperbarui niat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian.
Selain niat, menjaga kondisi tubuh saat Ramadhan juga penting. Berikut beberapa tips sahur sehat:
1. Konsumsi Karbohidrat Kompleks
Pilih nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau ubi agar energi tahan lama.
2. Perbanyak Protein
Telur, ayam, ikan, tempe, dan kacang-kacangan membantu menjaga stamina.
3. Gunakan Pola Minum 2-4-2
2 gelas saat sahur
4 gelas saat berbuka hingga malam
2 gelas sebelum tidur
4. Hindari Garam dan Gula Berlebihan
Makanan asin dan manis berlebihan memicu rasa haus dan lemas lebih cepat.
Niat puasa 1 bulan penuh diperbolehkan menurut mazhab Maliki dan dapat menjadi langkah antisipasi jika lupa niat harian. Namun, bagi yang mengikuti mazhab Syafi’i, tetap dianjurkan membaca niat setiap malam.
Dengan memahami perbedaan pendapat ulama, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lebih tenang dan mantap.
Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam beribadah.