
SERAYUNEWS – Puasa sunah di bulan Syaban kerap luput dari perhatian umat Islam. Fokus persiapan Ramadan sering kali baru dimulai menjelang masuk bulan puasa, padahal Syaban justru menjadi momentum penting untuk membangun kesiapan ibadah secara bertahap.
Dalam ajaran Islam, bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadan ini memiliki nilai spiritual yang tinggi, terutama karena Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa pada bulan Syaban.
Syaban bukan sekadar bulan penantian menuju Ramadan. Di dalamnya terdapat kesempatan besar untuk melatih diri, baik secara fisik maupun mental, agar ibadah puasa wajib dapat dijalani dengan lebih ringan dan khusyuk.
Berikut ulasan lengkap mengenai keutamaan, niat, jadwal, serta tata cara puasa sunah di bulan Syaban 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Keutamaan Puasa Sunah di Bulan Syaban
Puasa sunah di bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW tercatat lebih sering berpuasa di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya, kecuali Ramadan.
Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa Syaban adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum memasuki bulan suci.
Puasa di bulan Syaban tidak hanya bernilai sebagai ibadah sunah, tetapi juga menjadi sarana persiapan menyeluruh. Tubuh dilatih beradaptasi dengan perubahan pola makan dan istirahat, sehingga tidak mengalami kejutan ketika Ramadan tiba.
Dari sisi spiritual, puasa membantu melatih kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga perilaku dan ucapan.
Dengan menjalani puasa sunah secara konsisten, seorang Muslim dapat memasuki Ramadan dalam kondisi fisik yang lebih siap dan mental yang lebih tenang.
Oleh karena itu, Syaban sering disebut sebagai jembatan spiritual yang menghubungkan rutinitas harian dengan intensitas ibadah di bulan Ramadan.
Bacaan Niat Puasa Sunah Bulan Syaban
Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunah di bulan Syaban. Niat puasa sunah dapat dibaca pada malam hari sebelum fajar atau di siang hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Adapun bacaan niat puasa sunah bulan Syaban adalah sebagai berikut:
Nawaitu shauma syahri syabâna sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya berniat puasa sunah di bulan Syaban karena Allah Ta‘ala.”
Niat ini cukup diucapkan dalam hati dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Jadwal Puasa Sunah Bulan Syaban 2026
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, awal bulan Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Selama bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah, baik secara rutin maupun pada hari-hari tertentu yang memiliki keutamaan.
Puasa Senin dan Kamis tetap menjadi amalan yang dianjurkan, sebagaimana di bulan-bulan lainnya.
Selain itu, puasa Ayyamul Bidh, yakni puasa pada pertengahan bulan Hijriah, juga dapat dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban.
Momentum Nisfu Syaban yang jatuh di pertengahan bulan ini sering dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa sunah.
Dengan memilih hari-hari tersebut, ritme ibadah dapat terjaga secara konsisten tanpa harus menunggu datangnya Ramadan.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Sunah Syaban
Secara umum, tata cara puasa sunah di bulan Syaban sama dengan puasa sunah pada hari-hari lainnya.
Puasa dimulai dengan niat, dilanjutkan dengan makan sahur sebelum waktu imsak sebagai bekal energi sepanjang hari. Sahur juga dianjurkan karena mengandung keberkahan.
Selama berpuasa, umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lebih dari itu, puasa juga menuntut pengendalian hawa nafsu, menjaga perilaku, serta memperbaiki ucapan agar pahala puasa tidak berkurang.
Ketika waktu magrib tiba, dianjurkan untuk segera berbuka puasa sebagai bentuk mengikuti sunah Rasulullah SAW.
Berbuka dengan sederhana namun penuh rasa syukur menjadi penutup ibadah puasa sunah yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
Persiapan Menuju Ramadan Melalui Puasa Syaban
Puasa sunah di bulan Syaban menjadi sarana pembinaan diri yang efektif. Melalui latihan fisik dan penguatan mental yang dilakukan secara bertahap, ibadah puasa wajib di bulan Ramadan dapat dijalani dengan lebih mantap.
Kebiasaan baik yang dibangun sejak Syaban diharapkan dapat berlanjut dan meningkat saat Ramadan tiba.
Dengan memahami keutamaan dan tata cara puasa sunah di bulan Syaban, umat Islam diharapkan tidak lagi melewatkan kesempatan berharga ini.
Syaban bukan sekadar bulan peralihan, melainkan waktu penting untuk mempersiapkan hati dan raga menuju bulan suci.***








