
SERAYUNEWS – Bulan Sya’ban kini hampir mencapai penghujungnya. Bulan yang kerap terlewat begitu saja oleh banyak orang, padahal di dalamnya tersimpan keberkahan besar.
Sya’ban bukan sekadar bulan biasa dalam kalender hijriah, melainkan pintu masuk menuju Ramadhan, bulan yang paling dinanti umat Islam di seluruh dunia.
Karena itu, khutbah Jumat menyambut Ramadhan menjadi momentum penting untuk mengajak umat mempersiapkan diri.
Ramadhan bukan tamu biasa. Ia adalah tamu agung dan mulia yang hanya hadir setahun sekali.
Menyambutnya dengan persiapan yang matang adalah tanda kesungguhan iman dan kesadaran spiritual seorang Muslim.
Dalam khutbah Jumat, khatib mengingatkan bahwa Sya’ban adalah bulan yang penuh berkah, meski sering dilalaikan.
Padahal, di bulan inilah umat Islam memiliki kesempatan besar untuk mematangkan kesiapan, agar Ramadhan dijalani dengan penuh makna dan keberkahan.
Khutbah dibuka dengan pujian kepada Allah SWT dan kesaksian keesaan-Nya, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW:
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا، فَصَّلَ وَبَيَّنَ وَقَرَّرَ صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا وَمَنْهَجًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ…
Khutbah ini menegaskan bahwa bekal terbaik seorang hamba adalah ketakwaan.
Ketakwaan bukan hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga menjadi penolong utama ketika meninggalkan dunia fana.
Tiga Bekal Utama Menyambut Ramadhan
Dalam khutbah Jumat menyambut Ramadhan, jamaah diajak merenungi pertanyaan penting: apa yang seharusnya dipersiapkan sejak bulan Sya’ban?
Pertama adalah keimanan. Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang hanya diwajibkan bagi orang-orang beriman. Al-Qur’an menegaskan:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Ayat ini menjadi pengingat bahwa kekuatan iman adalah fondasi utama dalam menjalani Ramadhan.
Kedua adalah kesehatan. Puasa bukan hanya ibadah ruhani, tetapi juga ibadah jasmani. Tubuh yang sehat secara fisik dan mental akan membantu seseorang menjalankan ibadah dengan optimal. Karena itu, menjaga kesehatan sejak Sya’ban adalah bagian dari persiapan Ramadhan yang sering diabaikan.
Ketiga adalah perbekalan hidup. Dalam realitas keseharian, bekerja sambil berpuasa bisa menjadi tantangan tersendiri. Tidak ada salahnya mempersiapkan kebutuhan ekonomi lebih awal agar fokus ibadah di bulan Ramadhan tidak terganggu.
Dari ketiga bekal tersebut, khutbah menekankan bahwa keimanan dan ketauhidan adalah yang paling utama. Sebab, iman yang kuat mampu mengalahkan keterbatasan fisik maupun materi.
Lalu, bagaimana cara memperkuat iman di bulan Sya’ban?
1. Bertaubat dan Membersihkan Diri
Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati dan jiwa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak istighfar. Dalam hadis disebutkan:
مَنْ لَزِمَ الْاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا…
Artinya: Siapa saja yang membiasakan istigfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar atas segala kesempitannya… (HR. Abu Dawud).
Istighfar bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga pembuka pintu rezeki dan solusi kehidupan.
2. Memperbanyak Puasa Sunnah
Rasulullah SAW dikenal sangat memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban.
Bahkan, Sayyidah Aisyah RA menyebutkan bahwa tidak ada bulan selain Ramadhan yang lebih banyak diisi puasa oleh Rasulullah selain Sya’ban.
شَعْبَانَ لِتَعْظِيْمِ رَمَضَانَ
Artinya: (Puasa) Sya’ban demi mengagungkan Ramadhan (HR. At-Tirmidzi).
Puasa sunnah ini juga menjadi cara agar amal diangkat kepada Allah dalam keadaan terbaik.
3. Mengingat Kematian dan Mendekatkan Diri kepada Allah
Sya’ban juga dikenal sebagai bulan penentuan ajal. Rasulullah SAW bersabda:
إنَّ اللَّهَ يَكْتُبُ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مَيِّتَةٍ تِلْكَ السَّنَةَ…
Artinya: Sesungguhnya Allah swt. mencatat setiap jiwa yang akan meninggal pada tahun itu… (HR Abu Ya’la).
Kesadaran akan kematian mendorong seorang Muslim untuk lebih serius mempersiapkan amal terbaik, termasuk memperbanyak shalawat, dzikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan doa.
Khutbah ditutup dengan doa agar Allah SWT memberkahi bulan Rajab dan Sya’ban, serta menyampaikan umat Islam ke bulan Ramadhan:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Khutbah Jumat menyambut Ramadhan bukan sekadar rutinitas, melainkan seruan spiritual agar Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali.
Persiapkan diri sejak Sya’ban, agar Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan, pengampunan, dan kemenangan iman.***