
SERAYUNEWS – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Cilacap menggencarkan program pemberdayaan ekonomi kader melalui budidaya bebek peking di Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Program ini digadang-gadang menjadi model percontohan penguatan ekonomi berbasis peternakan di tingkat desa.
Ketua DPD PSI Cilacap, Edy Santoso, mendorong kader tak hanya aktif secara politik, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Salah satu realisasinya adalah penyediaan ribuan bibit bebek (DOD) lengkap dengan pakan, tanpa membebani kader dengan modal awal.
Saeful, DPRt PSI di Dusun Kebogoran RT 03 RW 09 Desa Kamulyan, menjadi salah satu penerima program tersebut. Saat ditemui Senin (2/3/2026), ia mengungkapkan kini tengah mengelola 1.000 ekor bebek peking berusia 10 hari yang terbagi dalam tiga kandang.
“Jumlah ada 1.000 ekor bebek berumur 10 hari, terbagi di 3 kandang dan untuk masa panennya sekitar 40 hari nanti,” ungkap Saeful.
Ia menjelaskan, perawatan di fase awal sangat menentukan. Kandang harus benar-benar steril dan hangat agar bebek tumbuh optimal.
“Begitu bebek datang, 20 hari pertama itu kandang harus tertutup rapat semua dan lampu-lampu terpasang untuk kehangatan,” jelasnya.
Soal pakan, seluruhnya difasilitasi DPD PSI. Saeful mengaku tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan tersebut.
“Kalau pakannya dari DPD PSI, kita sudah di stok dan bagus kualitasnya, kita mendapat 1,5 kwintal tiga karung, dan kita sedang menunggu pakan yang kedua hari ini untuk pembesaran,” ujarnya.
Ia juga merinci jenis pakan yang digunakan sesuai usia bebek. “Kalau kemarin pakannya yang CP511 untuk 1 sampai 10 hari namanya stater, dan nanti setelah usia 11 hari sampai panen pakai yang agak besar sedikit,” imbuhnya.
Saeful menyambut positif program tersebut. Ia menilai inisiatif ini sangat membantu, terutama bagi keluarga dan ibu rumah tangga di desa.
“Terima kasih Bro Bos Edy Santoso, mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat dan program ini nantinya dapat terus berkelanjutan,” katanya.
Ia bahkan mengaku sebelumnya telah mencoba beternak secara mandiri dalam skala kecil. “Sebelum ini saya juga sudah mencoba 50 ekor karena masih pemula, dan sekarang bebeknya sudah besar. Kemarin sempat ditawar Rp50 ribu per ekor, dan nunggu besok mau lebaran baru saya jual,” lanjut Saeful.
Koordinator Bidang Umum dan Administrasi DPD PSI Cilacap, Hari Prasetyo, menegaskan program ini merupakan inisiasi langsung dari ketua DPD dan dirancang berkelanjutan.
“Ini program dari ketua kita Bro Edy Santoso budidaya bebek peking di Desa Kamulyan sebagai desa percontohan program PSI yang sudah berjalan, dan ini project nyata memberikan permodalan,” ungkap Hari.
Ia memastikan program tersebut bukan sekadar kegiatan jangka pendek. “Dan program ini bukan sesaat saja tapi berkelanjutan. Ini baru awal dan target untuk di wilayah Bantarsari sendiri, sudah siap sampai 30 kandang. Setelah panen, nanti kita isi lagi,” ujarnya.
Hari menambahkan, selain untuk kemandirian organisasi, program ini juga menyasar pengurangan pengangguran dan penguatan ekonomi warga.
“Dan untuk wilayah Bantarsari sendiri, kita sudah realisasi untuk enam kandang, ada sekitar 2.000 ekor bebek DOD dari DPD, kemudian ada pakan juga. Minggu depan realisasi 1.000 ekor lagi sampai nanti 30 kandang terpenuhi,” jelasnya.
Terkait hasil panen, pengelolaan akan tetap berada di bawah koordinasi DPD sehingga kader tidak terbebani risiko pemasaran.
“Untuk hasilnya pun nanti akan dikelola oleh DPD. Jadi kita tidak memberikan beban ke mereka, dan mereka hanya menyiapkan kandang serta bagaimana mereka gemati merawat bebek-bebek ini yang menjadi tanggung jawab mereka,” tandasnya.