Sabtu, 20 Agustus 2022

Nonton Yuk, Film “Maos” Karya Putra Cilacap, Angkat Sejarah Simbol Batik sebagai Perlawanan Tentara Belanda

Pemeran Wartinem pembuat simbol batik dalam Film Musikal Maos (Ulul Azmi)

Film Musikal Maos karya putra Cilacap tayang perdana di bioskop cinema Cilacap. Film dengan bintang pegiat seni di Cilacap ini mengisahkan tentang perjuangan masyarakat dalam melawan penjajahan Belanda. Perjuangan melalui strategi dengan simbol-simbol yang ada dalam kain batik.


Cilacap, serayunews.com

Film Musikal Maos tayang perdana di Dakota Cinema Cilacap pada Minggu (31/7/2022). Dalam penayangan perdana tersebut hadir Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dan sejumlah pejabat pemkab. Hadir juga dari Badan Perfilman indonesia, serta sejumlah undangan dari berbagai unsur masyarakat termasuk kalangan milenial dan pegiat seni di Cilacap.

Film Musikal Maos karya Insan Indah Pribadi bersama Komunitas Sangkanparan Cilacap, bergenre fiksi. Film ini berdasarkan kisah Tonik Sudarmaji, cucu keluarga besar Cawikarya dan Wartinem. Mereka adalah pelaku usaha batik di wilayah Penatusan Maos Cilacap.

Baca juga  Ternyata, Kota Cilacap Pernah Jadi Ibu Kota Karesidenan Banyumas Selatan, Berikut Faktanya

Dalam film itu diceritakan bahwa melalui kain batik inilah, masyarakat belajar membaca atau bahasa Jawanya adalah “maos”. Selain itu juga tentang  memahami serta bersiasat mengatur strategi saat melawan tentara Belanda.

Dengan siasat dan strategi itu tertuang dalam motif-motif kain batik Cilacap. Motif itu sebagian besar merupakan simbol dan sandi yang pada zaman dahulu untuk pergerakan melawan tentara Belanda.

Bahkan, upaya pergerakan mengecoh Belanda melalui sandi pada kain batik ini sudah ada sejak zaman Diponegoro.

Wartinem adalah salah satu orang yang menciptakan simbol-simbol pada kain batik. Simbol itu  digunakan para laskar Diponegoro sebagai siasat untuk mengecoh Belanda.

Baca juga  Pertamina Cilacap, Salurkan Bantuan Stimulan Premi BPJS untuk 1.500 Pekerja Rentan
Motivasi Pemuda

Pengemasan film ini dengan pendekatan seni pertunjukan peran dan musik. Kemudian, melibatkan para talenta muda yang ada di daerah Cilacap dari seni peran, seni musik, seni tari dan perupa.

“Yang saya ingin ceritakan di sini adalah lahirnya motif-motif batik di Cilacap. Motif itu untuk mengecoh tentara Belanda,” ujar Sutradara Film Musikal Maos Insan Indah Pribadi.

Berharap dengan lahirnya film ini dapat kembali memotivasi remaja di daerah untuk terus menggali potensi dan kisah-kisah sejarah yang ada di daerah. Selain itu menjadi sajian karya baru yang segar dan fun dengan tetap berakar pada lokalitas dan tidak meninggalkan unsur tradisi.

“Film Maos ini sebagai alternatif sajian karya berlatar belakang sejarah dengan pendekatan seni peran dan musik, agar dapat dinikmati secara fun dan tidak terlalu berat. Sehingga dapat menggugah kesadaran remaja untuk mengenali kisah-kisah sejarah di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Baca juga  Pemkab Cilacap Bakal Gelar Jamasan, Ini Deretan Pusaka yang Dibersihkan Setiap Bulan Suro
Para pemain Film Musikal Maos (Ulul Azmi)

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji usai menonton tayangan perdana Film Maos mengapresiasi karya ini sebagai penggugah semangat generasi muda untuk berkreasi dan inovasi serta ikut berperan dalam membangun Cilacap khususnya di bidang seni.

“Saya sangat apresiasi dengan Film Musikal Maos, pertama mengangkat amazing local culture, tradisi lokal dan budaya Cilacap dan bahasanya ngapak, saya mengimbau kepada sekolah dan anak muda untuk memonton film ini,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini