Senin, 18 Oktober 2021

Nostalgia! Koran Pantja-Indera, Surat Kabar Lokal Pertama di Cilacap, yang Terbit pada Tahun 1915

Koran Pantja-Indera (dok Arsip Komunitas Tjilatjap History)

Sebelum banyak bermunculan berbagai portal berita online, atau bahkan media sosial, koran telah menjadi primadona masyarakat dalam hal rujukan informasi selama ratusan tahun. Di Cilacap, terdapat koran lokal pertama yang terbit dengan bahasa melayu atau Indonesia, yaitu Koran Pantja-Indera.


Cilacap, serayunews.com

Surat kabar ini mulai terbit pada pertengahan tahun 1915, dengan kantor pusat redaksi berada di Kota Cilacap. Pantja-Indera merupakan koran yang terbit berjadwal mingguan, atau tepatnya pada setiap hari Rabu. Mereka menyasar seluruh segmentasi, berbagai isu dan perkembangan situasi disajikan secara proporsional pada zamannya.

“Layaknya media saat ini, koran Pantja-Indera mampu menjadi rujukan informasi untuk berbagai kalangan. Misalnya kaum pegawai, pedagang atau bahkan kaum perjuangan saat itu,” kata Ketua Komunitas Tjilatjap Histori Riyadh Ginanjar kepada serayunews.com, Jumat (8/10/2021).

Riyad menjelaskan, isu-isu yang dibahas oleh koran ini pun cukup berbobot, misalnya pada terbitan Rabu, 12 Juli 1916. Koran Pantja-Indera membahas mengenai kendala yang dihadapi para lurah, dalam hal meningkatkan taraf pendidikan di wilayahnya. Selain itu, kegiatan sosial politik yang diselenggarakan oleh Sarekat Islam cabang Cilacap juga tak luput dari pemberitaannya.

“Saat itu Pantja-Indera dipimpin oleh pemimpin redaksi bernama M Sarengat, serta dibantu dua redaktur bernama M Setjoharjo dan M Darmosoewito. Sedangkan jumlah wartawan dan namanya tidak ada catatan resminya,” tuturnya.

Selain menyajikan pemberitaan umum, lanjut Riyad, koran ini juga menerima jasa pengiklanan. Bahkan, tak sedikit pula para pedagang lokal yang memanfaatkan jasa iklan di Koran Pantja-Indera. Mengingat, persebaran dari koran ini cukup luas, yakni meliputi seluruh wilayah Karesidenan Banyumas. Bahkan salah satu perusahaan besar dari Kota Bandung pun tercatat pernah beriklan di koran ini.

“Di koran ini juga terdapat kolom opini mengenai hal-hal yang sifatnya belum pasti, dengan diberi nama kabar angin. Yang dibahas misalnya rencana pemindahan pasar gede dari lokasi semula di dekat stasiun besar, ke sebelah utara,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, tidak ada catatan resmi mengenai tutupnya Koran Pantja-Indra ini, namun surat kabar ini diperkirakan tutup karena terdampak dari adanya resesi ekonomi di Hindia Belanda sekitar tahun 1930an. Sebenarnya terdapat satu surat kabar lain, yang sezaman dengan Pantja-Indra yang berpusat di Cilacap, yakni Koran De Zuidkust. Namun De Zuidkust merupakan koran terbitan yang bahasanya menggunakan bahasa Belanda.

Berita Terkait

Berita Terkini