SERAYUNEWS – Menjelang Lebaran, berbagai sektor bisnis mengalami kenaikan omzet yang signifikan.
Momen ini menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha besar maupun kecil untuk meraup keuntungan dari meningkatnya permintaan masyarakat.
Mulai dari industri kuliner hingga ke bidang jasa, banyak sektor yang mengalami lonjakan pesanan.
Fenomena ini bukanlah menjadi hal baru, mengingat tradisi lebaran di Indonesia identik dengan berbagai kebutuhan khusus seperti pakaian baru, makanan hidangan khas, serta perjalanan mudik.
Berikut adalah beberapa jenis bisnis yang mengalami peningkatan signifikan menjelang Idulfitri.
Momen Lebaran tidak hanya tentang makanan dan pakaian, tetapi juga membutuhkan bantuan sebuah jasa.
– Rental Mobil
Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang menyebabkan lonjakan permintaan pada jasa transportasi, baik darat, laut, maupun udara.
Tiket kereta api, bus, dan pesawat sering kali harus dibeli secara war atau rebutan habis terjual jauh sebelum Lebaran.
Selain itu, jasa rental mobil juga mengalami peningkatan drastis, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
– Ekspedisi dan Kurir
Di era digital, banyak masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran secara online.
Hal ini menyebabkan lonjakan pada jasa ekspedisi dan kurir yang mengirimkan paket ke berbagai daerah.
Tak hanya itu, pengiriman hampers dan paket makanan juga meningkat tajam menjelang Idulfitri.
– Jasa Penukaran Uang Baru
Jelang Lebaran, jasa penukaran uang baru selalu ramai. Hal ini disebabkan oleh adanya tradisi membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) dalam bentuk uang baru kepada anak-anak, sanak saudara, hingga pekerja rumah tangga.
Karena tingginya permintaan, banyak jasa penukaran uang yang mengambil keuntungan dari selisih harga, misalnya dengan mengenakan biaya jasa tertentu atau menjual paket uang baru dengan harga lebih tinggi.
Salah satu sektor yang paling diuntungkan saat menjelang Lebaran adalah bisnis kuliner.
Masyarakat memiliki kebiasaan membeli berbagai jenis makanan khas Lebaran, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk hantaran kepada keluarga dan kolega.
Menjelang Idulfitri, permintaan akan kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju meningkat tajam.
Banyak pelaku usaha rumahan yang kebanjiran pesanan hingga kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar.
Kue kering ini menjadi hidangan yang wajib untuk menyambut para tamu yang datang.
Jadi, masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu lebih memilih untuk membeli berbagai jenis kue kering.
Hampers atau paket bingkisan Lebaran yang berisi aneka makanan, minuman, dan souvenir juga semakin diminati sebagai hadiah bagi keluarga.
Saling mengirim hampers merupakan sebuah bentuk menjalin silaturahmi sebagai pengganti ketika mereka tidak bisa bertemu secara langsung di hari raya.
Banyaknya kesibukan menjelang hari raya, membuat sebagian orang enggan memasak dan memilih untuk memesan makanan dari jasa catering atau restoran.
Menu seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng ati menjadi favorit, terutama bagi mereka yang ingin merayakan Idulfitri tanpa repot memasak sendiri.
Maka dari itu, catering menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan baik sebelum maupun saat lebaran.
Lebaran juga identik dengan tradisi mengenakan pakaian baru. Tak heran jika bisnis busana muslim mengalami lonjakan permintaan yang signifikan pada bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Busana muslim, seperti gamis, koko, hijab, dan sarung, menjadi produk terlaris menjelang Lebaran.
Banyak brand lokal hingga internasional berlomba-lomba menawarkan koleksi khusus Ramadan dan Idulfitri dengan berbagai promo menarik.
Bagi para pelaku bisnis, memahami tren ini dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan omzet dan memperluas jangkauan pasar.
Sementara itu, bagi konsumen, momen Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk berbelanja dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga serta orang-orang terdekat.***