
SERAYUNEWS – Integrasi transportasi publik di Purwokerto semakin mendekati realisasi. Bus Trans Banyumas direncanakan mulai masuk melalui pintu barat Stasiun Purwokerto, dengan uji coba operasional yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarmoda transportasi antara kereta api dan bus di kawasan stasiun, sehingga memudahkan mobilitas penumpang.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa pihak KAI, pengelola Trans Banyumas, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas telah beberapa kali melakukan rapat koordinasi terkait rencana tersebut.
Selain pembahasan teknis, ketiga pihak juga telah melakukan pengecekan langsung di lapangan sebagai bagian dari persiapan operasional.
“Rencananya, pada minggu ini akan dilakukan uji coba terlebih dahulu dalam waktu dekat untuk melihat bagaimana skema operasionalnya di lapangan,” katanya.
Sejumlah penyesuaian fisik telah dilakukan guna mendukung masuknya bus Trans Banyumas ke area pintu barat stasiun.
Dari pihak KAI, dilakukan pelebaran akses jalan dengan memangkas sebagian tembok di pintu masuk yang sebelumnya menutup jalur tersebut.
Langkah tersebut bertujuan memberikan ruang yang cukup agar bus dapat lebih leluasa masuk dan keluar dari area stasiun.
Sementara itu, pihak pengelola Trans Banyumas juga melakukan sejumlah penyesuaian lain, seperti pemangkasan pohon dan penataan kabel di sekitar area pintu barat.
Penataan ini dilakukan agar akses kendaraan lebih aman dan proses keluar masuk bus dapat berjalan lancar.
As’ad menegaskan bahwa integrasi ini tidak hanya disiapkan untuk mendukung angkutan mudik Lebaran.
Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi di Purwokerto.
“Yang jelas minggu ini akan ada uji coba terlebih dahulu untuk melihat seperti apa pelaksanaannya,” ujarnya.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan rencana masuknya Trans Banyumas ke pintu barat Stasiun Purwokerto sebenarnya telah diusulkan sejak lama.
Menurutnya, integrasi ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan akses keluar-masuk stasiun sekaligus mengurangi kendala pada area drop off di sisi timur.
“Ini kan rencana sudah lama, nah sekarang mendekati untuk realisasi,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan akses baru tersebut juga dapat mengatasi keluhan penumpang yang harus membayar biaya drop off Rp4.000 di pintu timur.
“Jadi kendala saat drop off kena Rp4.000 jadi nanti drop off di pintu barat, Trans Banyumas akan masuk pintu barat dan ada beberapa tembok yang dibongkar dan mudah-mudahan tahun ini bisa terealisir,” kata dia.
Selain jalur transportasi, kawasan pintu barat stasiun juga direncanakan memiliki ruang bagi pelaku UMKM untuk mendukung aktivitas ekonomi di sekitar stasiun.