
SERAYUNEWS – Meski operasi pencarian korban longsor Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara resmi dihentikan, layanan untuk para penyintas bencana masih terus berlanjut.
BPBD Banjarnegara memastikan kebutuhan logistik bagi ratusan pengungsi tetap tercukupi selama masa tanggap darurat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara, Raib Sekhudin, mengatakan data terbaru mencatat jumlah pengungsi kini tersisa 584 jiwa. Penurunan jumlah terjadi karena sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Data terakhir jumlah pengungsi saat ini ada 584 jiwa dari tiga RT. Yakni dari RT 02, RT 03 dan RT 04 Desa Pandanarum,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar warga yang masih mengungsi tetap terpenuhi, termasuk layanan makan tiga kali sehari.
“Untuk kebutuhan pengungsi masih full seperti biasa. Misalnya kebutuhan dasar untuk makan tercukupi sehari 3 kali,” katanya.
Raib menambahkan, walaupun operasi pencarian resmi dihentikan sejak 25 November lalu, para relawan tetap melanjutkan tugas membantu masyarakat terdampak.
Mereka membantu memindahkan barang-barang berharga milik warga yang masih dapat diselamatkan, termasuk hewan ternak.
“Operasi pencarian korban memang sudah dihentikan. Tetapi kegiatan penanganan masih terus ada. Hari ini petugas membantu warga memindahkan barang-barang warga yang masih bisa diselamatkan, termasuk ternak milik warga,” ujarnya.
BPBD juga sedang menyiapkan hunian sementara (huntara) yang dibangun di Lapangan Pandanarum. Huntara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya tertimbun material longsor atau rusak berat sehingga tidak layak lagi ditempati.
“Bagi korban tanah longsor yang rumahnya tertimbun material longsor, termasuk yang rusak nanti akan tinggal di huntara. Sekarang sedang dipersiapkan, lokasinya di Lapangan Pandanarum,” katanya.
Sementara itu, warga dari RT 01 RW 03 Desa Pandanarum sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Keputusan ini merujuk pada hasil kajian Badan Geologi yang menyatakan wilayah tersebut aman untuk dihuni kembali.