
SERAYUNEWS– Menjelang waktu maghrib, umat Muslim dianjurkan untuk segera membatalkan puasa dan membaca doa berbuka sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Doa ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki landasan hadis dan menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Pemahaman mengenai bacaan doa berbuka puasa yang benar penting agar ibadah semakin sempurna.
Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan contoh bagaimana cara berbuka yang baik, termasuk makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi pertama kali setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Di tengah maraknya berbagai versi doa di masyarakat, banyak yang bertanya: mana bacaan yang paling shahih? Melansir Artikel ini merangkum panduan lengkap berdasarkan sumber terpercaya agar umat Muslim dapat menjalankan sunnah dengan tepat.
Doa berbuka puasa yang populer dan mudah dihafal adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Selain itu, terdapat doa lain yang juga bersumber dari hadis:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.”
Surah Al-Baqarah ayat 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”
Ayat ini berada di tengah pembahasan tentang puasa Ramadan, sehingga para ulama memahami bahwa doa saat berpuasa termasuk ketika berbuka memiliki keutamaan besar.
Hadis riwayat Abu Dawud
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah.” (HR. Abu Dawud)
Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
Artinya:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Berdoa Saat Berbuka Puasa Dianjurkan Karena:
1. Allah menjanjikan untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
2. Orang yang berpuasa termasuk golongan yang doanya mustajab.
3. Berbuka adalah momen syukur setelah menahan diri seharian.
Rasulullah SAW mencontohkan untuk menyegerakan berbuka dan tidak berlebihan dalam makan.
Menu sunnah yang dianjurkan:
1. Kurma – Rasulullah berbuka dengan beberapa butir kurma karena mudah dicerna dan cepat mengembalikan energi.
2. Air putih – Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air.
3. Makanan ringan terlebih dahulu – Memberi waktu tubuh beradaptasi sebelum makan besar.
4. Tidak berlebihan – Islam menganjurkan pola makan moderat.
5. Mengandung nutrisi seimbang – Agar tubuh kembali bertenaga tanpa membuat pencernaan kaget.
Kebiasaan ini terbukti selaras dengan prinsip kesehatan modern yang menyarankan berbuka secara bertahap.
Berikut dalil dan contoh Rasulullah SAW tentang keutamaan menyegerakan berbuka puasa.
Dalil Hadis Menyegerakan Berbuka
Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa menyegerakan berbuka adalah sunnah yang sangat dianjurkan, selama sudah benar-benar masuk waktu Maghrib.
Dalam hadis lain disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتَمَرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Artinya: “Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma segar sebelum salat. Jika tidak ada, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada juga, beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Menyegerakan berbuka adalah sunnah Nabi.
Termasuk tanda mengikuti ajaran Islam dan pembeda dari kebiasaan ahli kitab yang menunda berbuka. Cukup berbuka sederhana terlebih dahulu, lalu melaksanakan salat.
Mayoritas ulama berpendapat doa dibaca saat atau setelah makanan pertama menyentuh mulut. Namun, tidak ada larangan untuk berdoa sebelum berbuka sebagai bentuk harapan agar ibadah diterima.
Yang terpenting adalah menghadirkan keikhlasan dan tidak menjadikan doa hanya sebagai rutinitas tanpa makna.
Berbuka bukan hanya soal makan, tetapi juga momentum spiritual. Setelah seharian menahan hawa nafsu, doa menjadi penutup ibadah yang memperkuat hubungan antara hamba dan Tuhannya.
Momentum ini juga mengajarkan kesabaran, rasa cukup, dan empati terhadap mereka yang kurang beruntung.
Di era media sosial, informasi keagamaan mudah tersebar namun belum tentu akurat. Karena itu, merujuk pada sumber resmi dan kredibel menjadi langkah penting agar praktik ibadah tetap sesuai tuntunan.
Memahami doa berbuka beserta dalilnya membantu umat Muslim menjalankan puasa dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.
Doa berbuka puasa merupakan amalan sederhana namun sarat makna spiritual. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah, umat Muslim dapat menjadikan momen berbuka sebagai ladang pahala sekaligus bentuk syukur.
Menjalankan sunnah dari bacaan doa hingga memilih menu berbuka akan membuat ibadah Ramadhan terasa lebih lengkap dan bermakna.