
SERAYUNEWS – Siang yang cukup terik di Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Namun ada suasana berbeda di Desa Panikel, satu dari empat desa di kecamatan termuda di Kabupaten Cilacap itu.
Di tengah hamparan kolam budidaya, warga berkumpul menyaksikan momen yang sudah lama ditunggu, panen perdana ikan sidat dari program Pusat Budidaya & Edukasi Sidat Penikel (Pusaka), Minggu (15/3/2026).
Program pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap ini menjadi harapan baru bagi warga pesisir yang sejak dulu akrab dengan ikan sidat, namun belum mengelolanya secara optimal.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sidat Panikel, Ahmad Fauzani, menjelaskan panen dilakukan setelah masa pembesaran selama 120 hari. Proses panen dilakukan dengan hati-hati, lalu sidat disortir sesuai ukuran.
“Hanya sidat dengan bobot minimal sekitar 250 gram yang kami ambil untuk panen. Yang ukurannya masih kecil dan sedang kemudian disatukan sesuai ukuran, lalu dipindahkan ke kolam lain untuk dibesarkan lagi,” jelasnya.
Bagi warga Panikel, sidat bukan sekadar komoditas baru. Ikan ini sebenarnya sudah lama hidup di perairan sekitar desa. Kepala Desa Panikel, Sumaryo, mengatakan dulu sidat bahkan sangat mudah ditemukan di wilayahnya.
“Dari cerita orang tua dulu, sidat di Panikel itu melimpah. Karena itu kami optimistis budidaya sidat ini bisa menjadi produk unggulan desa, bahkan berpotensi menembus pasar internasional, apalagi dengan dukungan dari Pertamina,” ujarnya.
Optimisme tersebut juga dirasakan oleh pihak Kilang Cilacap. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan yang menyebut program Pusaka merupakan upaya mengembangkan potensi lokal agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kami melihat potensi sidat di Panikel sangat besar. Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, sidat dari wilayah ini tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang besar untuk ekspor,” katanya.
Potensi tersebut bukan sekadar harapan. Manajer Teknis Koperasi Minat Sidat Bersatu Kaliwungu, Kedungreja, Cilacap, Andi Budi Sopana menyebut budidaya sidat dari wilayah Cilacap selama ini sudah mulai memasok pasar.
“Untuk pasar domestik, sidat dari Cilacap saat ini sudah diserap oleh salah satu restoran Jepang terkemuka di Jakarta,” ungkapnya.
Panen perdana ini menjadi langkah awal bagi Desa Panikel untuk kembali menghidupkan potensi sidat yang pernah menjadi kekayaan alam wilayah tersebut.
Dengan pengelolaan yang lebih terarah melalui program Pusaka, warga berharap sidat Panikel suatu hari tidak hanya dikenal di Cilacap, tetapi juga sampai ke meja makan di berbagai negara.