
SERAYUNEWS – Festival Gunung Slamet 2026 dipastikan kembali hadir sebagai salah satu agenda wisata dan budaya terbesar di kawasan lereng Gunung Slamet.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026 di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, akan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, seni, kuliner, hingga penampilan musisi nasional.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah kehadiran grup musik Parade Hujan sebagai guest star pada Sabtu malam, 4 Juli 2026. Band yang dikenal dengan lagu-lagu bernuansa folk dan akustik tersebut dijadwalkan tampil dalam sesi Akustik Kabut Lembut yang menjadi salah satu agenda utama festival.
Festival Gunung Slamet merupakan agenda tahunan yang digelar di kawasan Desa Wisata Serang, Purbalingga. Kegiatan ini menggabungkan unsur budaya, wisata alam, musik, dan tradisi masyarakat lereng Gunung Slamet.
Berdasarkan informasi resmi, Festival Gunung Slamet 2026 berlangsung pada 3 hingga 5 Juli 2026. Berbagai agenda budaya akan ditampilkan, mulai dari ritual pengambilan air Tuk Sikopyah, pertunjukan seni tradisional, pameran produk UMKM, wisata kuliner, hingga pertunjukan musik.
Festival ini juga dikenal melalui sejumlah agenda khas seperti perang tomat, pertunjukan budaya desa wisata, penerbangan balon LED, dan konser Akustik Kabut Lembut yang selalu menarik perhatian pengunjung.
Kehadiran Parade Hujan sebagai guest star menjadi salah satu informasi yang paling ditunggu penggemar musik di wilayah Banyumas Raya dan Jawa Tengah.
Band tersebut dijadwalkan tampil pada Sabtu malam, 4 Juli 2026 dalam rangkaian Akustik Kabut Lembut di Festival Gunung Slamet. Penampilan mereka diperkirakan menjadi salah satu puncak acara yang mampu menarik ribuan pengunjung.
Parade Hujan dikenal dengan karakter musik yang lembut, puitis, dan dekat dengan suasana alam. Karakter tersebut dianggap sangat sesuai dengan konsep pertunjukan di lereng Gunung Slamet yang menawarkan udara sejuk dan panorama pegunungan.
Banyak penikmat musik menilai lagu-lagu Parade Hujan memiliki nuansa yang cocok dinikmati di ruang terbuka, terutama pada malam hari dengan suasana tenang dan dingin.
Parade Hujan merupakan grup musik yang terbentuk setelah sejumlah personel lama Payung Teduh kembali berkumpul dan melanjutkan perjalanan musik dengan nama baru.
Band ini beranggotakan Mohammad Istiqamah Djamad atau Is Pusakata bersama sejumlah personel lainnya yang sebelumnya dikenal luas melalui karya-karya Payung Teduh.
Pergantian nama tersebut diumumkan pada 2022 dan langsung mendapat perhatian besar dari para penggemar.
Parade Hujan tetap membawakan sejumlah lagu yang telah dikenal masyarakat, sekaligus menghadirkan karya-karya baru.
Karakter musik mereka memadukan unsur folk, akustik, jazz, dan lirik yang puitis sehingga memiliki basis pendengar yang cukup luas.
Beberapa lagu yang populer di kalangan penggemar masih sering dibawakan dalam berbagai konser dan festival musik di Indonesia.
Penyelenggaraan Festival Gunung Slamet tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM, pengelola desa wisata, komunitas seni, hingga masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan selama festival berlangsung turut meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Desa Serang dan sekitarnya.
Pemerintah dan pelaku pariwisata berharap festival ini dapat memperkenalkan potensi alam dan budaya lereng Gunung Slamet kepada wisatawan dari berbagai daerah.
Selain itu, promosi destinasi wisata Purbalingga juga diharapkan semakin meningkat melalui penyelenggaraan festival tahunan tersebut.
Dengan tampilnya Parade Hujan pada malam Akustik Kabut Lembut tanggal 4 Juli 2026, Festival Gunung Slamet tahun ini diprediksi menjadi salah satu agenda wisata dan musik yang paling dinantikan di Jawa Tengah.***